OIKN sebut Wastra Berpotensi Besar Jadi Bagian dari Wajah IKN

Minggu, 21 Jun 2026, 14:35 WIB

PENAJAM PASER UTARA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyebut wastra atau kain tradisional khas daerah setempat memiliki potensi besar menjadi bagian wajah atau identitas dari IKN, ibu kota masa depan Indonesia yang berlokasi di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

"Wastra memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari wajah IKN," ujar Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN Muhsin Palinrungi ketika ditanya mengenai perajin batik di Sepaku, Penajam Paser Utara, Sabtu.

Ket. Foto: Perajin batik di wilayah delineasi ibu kota baru Indonesia mendapat pelatihan dan pendampingan yang diberikan Otorita IKN dan SKB BI IKN kerja sama dengan Tepa Selira — Sumber: Otorita IKN

Wastra adalah istilah untuk kain atau tekstil tradisional Nusantara yang dibuat menggunakan keterampilan tangan dan peralatan tradisional, seperti ditenun, dibatik atau diikat.

Otorita IKN berupaya menghadirkan identitas kota masa depan tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur modern, tetapi juga melalui pelestarian budaya dan kreativitas masyarakat.

Wastra di sekitar IKN sudah tumbuh dan berkembang, tetapi masih perlu penguatan agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing dan mampu bersanding dengan batik yang sudah dikenal luas

Pengembangan motif batik tidak hanya berbicara mengenai estetika, jelas Muhsin Palinrungi, tetapi juga bagaimana karya tersebut mampu membawa cerita dan identitas dari sebuah wilayah.

"Identitas IKN perlu hadir melalui berbagai karya masyarakat, termasuk produk kreatif," tambah Kepala Sekretariat Kerja Bersama (SKB) Bank Indonesia (BI) IKN Aura Pandu Wirawan.

Seiring IKN semakin ramai, sehingga identitas perlu ditonjolkan melalui desain yang memiliki unsur modern, membawa semangat transformasi dan digitalisasi, lanjut dia, menghasilkan karya yang sederhana, anggun, tetapi tetap memiliki karakter.

Otorita IKN dan SKB BI IKN kolaborasi dengan Tepa Selira, pelaku usaha dan pengembang batik memberikan pelatihan dan pendampingan kepada perajin batik di wilayah delineasi ibu kota baru Indonesia agar karya terus berkembang mengikuti zaman.

Sebanyak sembilan kelompok batik dan wastra dengan total 50 peserta mengikuti pelatihan, termasuk 30 perajin batik yang mendapatkan pendampingan pengembangan desain.

Perajin batik yang mendapatkan pelatihan dan pendampingan mengaku kegiatan itu menjadi kesempatan melihat batik dari sudut pandang yang lebih luas, menurut Rusmayawati, salah satu peserta dari Kecamatan Samboja, kegiatan tersebut memberikan inspirasi baru dalam mengembangkan karya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.