Pengembangan Wilayah Penunjang IKN Selaras RTRW Penajam

Selasa, 30 Des 2025, 03:09 WIB

PENAJAM PASER UTARA - Badan Bank Tanah mengungkapkan pengembangan wilayah penunjang Ibu Kota Nusantara (IKN) di atas hak pengelolaan lahan (HPL) lembaga itu diselaraskan dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

“Revisi RTRW Kabupaten Penajam Paser Utara masih berlangsung,” ujar Wakil Kepala Divisi Reforma Agraria Badan Bank Tanah Syafran Zamzami ketika ditanya menyangkut rencana pengembangan kawasan di atas lahan yang dikelola lembaga itu di Penajam, kemarin.

Ket. Foto: Salah satu lokasi HPL Badan Bank Tanah di Kabupeten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, sebagai pengembangan kawasan penunjang IKN. — Sumber: Antara

Revisi RTRW Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi bagian penting sebelum pengembangan kawasan di atas HPL Badan Bank Tanah, lanjut dia, dilakukan secara luas.

Terdapat perbedaan RTRW IKN, terutama terkait perencanaan untuk pengembangan kawasan penunjang IKN harus terintegrasi dengan RTRW Kabupaten Penajam Paser Utara, yang berbatasan langsung dengan calon ibu kota itu.

Badan Bank Tanah mengelola 4.162 hektare lahan bekas hak guna usaha (HGU) PT Triteknik Kalimantan Abadi (TKA) dengan status HPL berada di wilayah Kelurahan Jenebora, Gersik, Pantai Lango, dan Kelurahan Riko, Kecamatan Penajam serta Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Sehingga, diperlukan penyelarasan RTRW Kabupaten Penajam Paser Utara dengan pengembangan kawasan penunjang IKN, ujarnya, khususnya pada aspek perencanaan kawasan bawah tanah dan integrasi tata ruang wilayah.

Saat ini tengah memasuki tahap penyelarasan kebijakan RTRW dengan Kabupaten Penajam Paser Utara diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan perencanaan bagi pemerintah maupun calon investor.

Perbedaan rencana tata ruang antara wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan kawasan IKN, kata dia, menjadi alasan utama diperlukan penyelarasan.

Sementara itu, komposisi penduduk IKN yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, menjadi modal pembangunan jangka panjang calon ibu kota Indonesia itu.

“Komposisi penduduk IKN hasil pendataan modal penting bagi pembangunan jangka panjang IKN,” ujar Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono saat memaparkan hasil pendataan penduduk IKN 2025 di Sepaku, Penajam Paser Utara, beberapa hari lalu.

Berdasarkan pendataan penduduk IKN 2025 yang dihimpun BPS, tercatat 147.427 jiwa, komposisi 51 persen laki-laki dan 49 persen perempuan, dari sisi demografi, struktur penduduk IKN didominasi kelompok usia produktif 27 persen generasi Z (lahir 1997–2012) dan 23 persen merupakan generasi milenial (lahir 1981–1996).

Sebanyak 41 persen penduduk IKN merupakan penduduk migran atau sekitar empat dari sepuluh penduduk lahir di luar wilayah IKN. Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.