Partai Promiliter Myanmar Klaim Menang Telak dalam Pemilu

Selasa, 30 Des 2025, 02:15 WIB

YANGON - Partai promiliter yang dominan di Myanmar pada Senin (29/12) mengklaim kemenangan telak dalam fase pertama pemilihan, kata seorang pejabat senior partai kepada AFP, setelah lembaga pengawas demokrasi memperingatkan bahwa pemilu yang diselenggarakan junta tersebut akan memperkuat kekuasaan militer.

Angkatan bersenjata merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 2021, tetapi pada Minggu (28/12) mereka menggelar pemungutan suara dalam pemilihan bertahap selama sebulan yang mereka janjikan akan mengembalikan kekuasaan kepada rakyat.

Ket. Foto: Anggota Komisi Pemilu Myanmar sedang melakukan penghitungan suara di sebuah TPS di Naypyidaw pada Minggu (28/12) sore. Pada Senin (29/12) partai promiliter di Myanmar mengklaim mereka menang telak dalam fase pertama pemilihan umum. — Sumber: AFP/Sai Aung MAIN

“Kami memenangkan 82 kursi di majelis rendah di wilayah-wilayah yang penghitungannya telah selesai, dari total 102 kursi,” kata seorang anggota senior Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (USDP) yang meminta jati dirinya dirahasiakan karena tidak berwenang untuk mengungkapkan hasilnya.

Angka tersebut menunjukkan bahwa partai tersebut, yang oleh banyak analis digambarkan sebagai proksi sipil dari militer, memenangkan lebih dari 80 persen kursi di majelis rendah yang diperebutkan dalam pemilihan hari Minggu.

Pejabat itu menambahkan partainya memenangkan pemilu di delapan kotapraja di ibu kota Naypyidaw.

Pada pemilu terakhir tahun 2020, USDP dikalahkan telak oleh Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi, yang dibubarkan setelah kudeta dan tidak muncul dalam surat suara hari Minggu.

Hasil resmi pemilu ini belum diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum Myanmar dan dua fase lagi dijadwalkan pada tanggal 11 dan 25 Januari.

Setelah pemungutan suara pada hari Minggu, kepala junta militer Min Aung Hlaing mengatakan bahwa angkatan bersenjata dapat dipercaya untuk mengembalikan kekuasaan kepada pemerintahan yang dipimpin sipil.

“Kami menjamin ini akan menjadi pemilihan yang bebas dan adil,” kata dia kepada wartawan di Naypyidaw. “Pemilu ini diselenggarakan oleh militer, kami tidak bisa membiarkan nama kami tercoreng,” imbuh dia. SB/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.