Rupiah Hari Ini Tertekan, Pasar Cermati Arah BI-Rate

Senin, 29 Des 2025, 18:23 WIB

JAKARTA – Nilai tukar rupiah ditutup melemah di level Rp16.788 per dolar AS, dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap prospek pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI-Rate.

Sinyal pelonggaran kebijakan moneter meningkatkan preferensi investor terhadap aset berimbal hasil lebih tinggi, sehingga menekan rupiah di tengah arus modal yang cenderung berhati-hati.

Ket. Foto: Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta. — Sumber: ANTARA/ Dhemas Reviyanto

Di sisi lain, sentimen global dan pergerakan dolar AS turut memperkuat tekanan, membuat rupiah bergerak defensif menjelang kepastian arah kebijakan Bank Indonesia.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (29/12) sore ditutup melemah turun 43 poin atau sekitar 0,26 persen ke level Rp16.788 per dolar AS.

Sejalan dengan pergerakan di pasar, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) juga menempatkan rupiah di posisi Rp16.788 per dolar AS pada perdagangan sore ini.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong DI Jakart, Senin mengatakan, pelemahan rupiah masih dipengaruhi sentimen domestik dan regiona, serta faktor sentimen berasal dari ekspektasi pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga acuan BI dalam waktu ke depan.

"Rupiah melemah terhadap dolar AS terbebani oleh prospek pemangkasan suku bunga BI dan kebijakan ekspansif pemerintah," kata dia.

Selain faktor domestik, tekanan juga datang dari kawasan regional.

Menurut Lukman, rupiah ikut terseret koreksi tajam yang terjadi pada mata uang Asia lainnya, khususnya ringgit Malaysia dan baht Thailand, yang sama-sama mengalami pelemahan signifikan terhadap dolar AS.

Ia memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut apabila tidak ada langkah stabilisasi dari bank sentral.

"Rupiah tentunya masih akan terus tertekan dan melemah apabila tidak diintervensi BI," katanya.

Dari sisi sentimen global, Lukman menilai pekan ini relatif minim rilis data ekonomi penting. Oleh karena itu, perhatian pelaku pasar lebih tertuju pada pergerakan pasar ekuitas global serta perkembangan geopolitik.

"Masih belum ada data ekonomi penting sepekan ini, investor hanya perlu mewaspadai sentimen di pasar ekuitas dan tensi geopolitik di laut Karibia, dan simulasi perang Tiongkok di laut China Selatan," ujarnya.

  • rupiah hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Pemerintah Kota Jambi Dorong Tirta Mayang Tingkatkan Kualitas Air

Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.