Rupiah Hari Ini Tertekan, Pasar Menebak Arah Suku Bunga The Fed
Kamis, 10 Sep 2026, 18:55 WIBJAKARTA â Rupiah kembali bergerak terbatas di tengah sikap wait and see investor menjelang rilis data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat.
Data inflasi produsen tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed; angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi memperkuat dolar AS dan kembali menekan rupiah.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (10/9), bergerak melemah 36 poin atau 0,21 persen menjadi Rp17.547 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.511 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sikap wait and see investor jelang rilis Producer Price Index (PPI) dan Consumer Price Index (CPI) AS.
âPergerakan rupiah dipengaruhi oleh sikap investor yang cenderung menunggu sebelum mengambil posisi baru. Pasar saat ini menantikan rilis PPI AS pada Kamis malam dan CPI AS pada Jumat (11/9) malam,â katanya di Jakarta.
Dua data ekonomi tersebut dinilai akan menjadi indikator penting dalam melihat arah kebijakan Federal Reserve (The Fed). Kondisi ini membuat pelaku pasar lebih berhati-hati, sehingga rupiah mengalami koreksi meskipun sejumlah sentimen dasarnya masih cukup positif.
Lebih lanjut, pelemahan rupiah juga mencerminkan konsolidasi setelah penguatan cukup kuat pada hari sebelumnya.
âMeskipun sentimen domestik masih positif dan dolar AS secara umum masih berada dalam tekanan, kenaikan yield US Treasury 10 tahun ke sekitar 4,84 persen kembali meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar dan menahan penguatan rupiah,â ujar Amru.
Di sisi lain, kata dia lagi, harga minyak yang masih berada di atas 100 dolar AS per barel akibat meningkatnya ketegangan geopolitik turut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan prospek suku bunga.
âDalam jangka pendek, rupiah masih berpeluang melanjutkan penguatan dan diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.450-Rp17.600 per dolar AS. Penguatan menuju area Rp17.450 akan lebih terbuka apabila pelemahan dolar berlanjut, sementara data inflasi AS yang lebih tinggi dari ekspektasi dapat kembali memberikan tekanan terhadap rupiah,â kata dia pula.
Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini bergerak menguat ke level Rp17.536 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.552 per dolar AS.
- rupiah hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
PT KAI Siapkan Transformasi Stasiun Gambir Terintegrasi
-
Hari ke-12 Penanganan Gempa NTT, TNI Kirim 925,638 Ton Bantuan.
-
Kenapa TPA Anak Negeri Gianyar Jadi Percontohan Nasional? Ini Keunggulannya
-
Sambut HUT Ke-81 TNI AL, Prajurit Kodaeral VIII Sapu Bersih Pantai Karang Ria Manado
-
Rupiah Hari Ini Melemah di Tengah Data PCE Sesuai Konsensus
-
Karhutla Lereng Semeru Meluas, Area Terdampak Capai 600 Hektare
-
Trump Klaim Nama Danau Ontario telah Diganti dan 'Disahkan' Jadi Danau Amerika di Apple dan Google
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.