Film The Last Photograph, Karya Zack Snyder yang Jauh dari Superhero dan Fantasi
Senin, 29 Des 2025, 20:00 WIBJAKARTA - The Last Photograph menandai perubahan arah paling drastis dalam karier Zack Snyder setelah bertahun-tahun berkutat di genre fantasi dan fiksi ilmiah. Film ini menjadi proyek drama non-fantasi pertama Snyder yang benar-benar membumi dan personal.
Selama ini, nama Zack Snyder selalu lekat dengan dunia penuh imajinasi dan visual spektakuler. Ia mengawali kariernya lewat remake horor Dawn of the Dead sebelum dikenal luas melalui adaptasi komik 300 dan Watchmen.
Perjalanan Snyder kemudian berlanjut ke film animasi fantasi Legend of the Guardians: The Owls of GaâHoole dan proyek eksperimental Sucker Punch. Setelah itu, ia menghabiskan waktu panjang di semesta DC Extended Universe.
Keterlibatannya di DCEU menghadirkan film-film besar seperti Man of Steel dan Batman v Superman: Dawn of Justice. Ia lalu kembali ke genre zombie lewat Army of the Dead dan menutup fase fantasi dengan epik fiksi ilmiah Rebel Moon.
Berbeda dari semua itu, The Last Photograph hadir dengan skala yang jauh lebih kecil dan pendekatan yang lebih intim. Film ini mengikuti kisah seorang pria yang mencari keponakan dan kemenakannya yang hilang setelah orang tua mereka dibunuh.
Satu-satunya petunjuk datang dari seorang fotografer yang sempat menyaksikan para pelaku pembunuhan. Dari premisnya, film ini terasa lebih seperti drama psikologis ketimbang tontonan penuh aksi.
Tokoh utama dalam cerita ini adalah mantan agen DEA. Ia melakukan perjalanan ke pegunungan Amerika Selatan demi menemukan anggota keluarganya yang hilang.
Dalam pencarian tersebut, ia dibantu seorang fotografer perang pecandu narkoba yang hidupnya telah runtuh. Fotografer ini menjadi saksi kunci atas tragedi yang memicu seluruh perjalanan cerita.
Meski diklaim sebagai drama realistis, Snyder tetap memberi sentuhan khasnya. Sinopsis menyebut perjalanan sang tokoh akan mengaburkan batas antara realitas dan surealisme.
Elemen tersebut menunjukkan bahwa The Last Photograph tetap menyimpan lapisan visual dan emosional yang kompleks. Namun, pendekatannya jauh lebih sunyi dan reflektif dibanding film-film Snyder sebelumnya.
Menariknya, proyek ini bukan ide baru bagi Snyder. The Last Photograph berasal dari naskah karya Kurt Johnstad yang sudah ditulis sejak pertengahan tahun 2000-an.
Pada 2011, film ini bahkan sempat dikaitkan dengan aktor papan atas seperti Christian Bale dan Sean Penn. Hal itu menandakan kekuatan cerita yang sejak lama menarik perhatian industri.
Setelah hampir dua dekade tertunda, Snyder akhirnya mendapatkan kesempatan merealisasikan film ini. Kali ini, peran utama dipercayakan kepada Stuart Martin dan Fra Fee.
Dari sisi produksi, film ini tetap akan terasa sangat "Snyder". Ia tercatat tidak hanya sebagai sutradara, tetapi juga sebagai sinematografer.
Snyder menyebut ingin membuat film ini dengan cara yang sangat personal. Ia ingin memegang kamera sendiri dan menciptakan pengalaman sinema yang lebih dekat dengan penonton.
Dalam wawancaranya dengan Deadline, Snyder menyebut The Last Photograph sebagai meditasi tentang hidup dan mati. Ia juga mengaku film ini terinspirasi dari cobaan hidup yang pernah ia alami.
Langkah ini terasa kontras dengan proyek-proyek terakhirnya. Rebel Moon tidak mendapatkan dukungan penuh dari basis penggemar setianya.
Respons terhadap Army of the Dead juga cenderung biasa saja meski tetap dianggap menghibur. Kondisi tersebut membuat keputusan Snyder beralih ke drama terasa cukup berani.
The Last Photograph juga menjauhkan Snyder dari film-film DC yang masih sangat dicintai penggemarnya. Film ini sepenuhnya berdiri di luar dunia superhero.
Proses syuting The Last Photograph telah rampung pada November 2025. Snyder kembali menggandeng Hans Zimmer untuk menggarap musik film ini.
Zimmer sebelumnya bekerja sama dengan Snyder di Man of Steel dan Batman v Superman: Dawn of Justice. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat emosi dalam film yang lebih intim dan reflektif.
Dengan pendekatan baru ini, The Last Photograph berpotensi menjadi titik balik penting dalam karier Zack Snyder. Film ini bukan tentang ledakan besar, melainkan tentang kehilangan, pencarian, dan makna hidup.
- Film Hollywood
- industri film
- Film Terbaru
- Film Drama
- Zack Snyder
- Film The Last Photograph
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Kemenperin: Ketimbang Impor, IKM Komponen Otomotif Lokal Mampu Pasok Kebutuhan Kendaraan Niaga untuk KMP
-
Tangerang Gandeng Jasa Marga Guna Atasi Banjir
-
Film Biopik 'Michael (2026)' Ajak Fans Intip Perjuangan MJ Sejak Era Jackson 5
-
Ledakan Petasan Rakitan di Ponorogo Tewaskan Seorang Remaja
-
Lebaran di Balik Panel Kontrol: Pekerja Kilang Pertamina Kawal Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026
-
Pasar-pasar di Jakarta Harus Terintegrasi
-
XLSmart Perkuat Keamanan Registrasi SIM dengan Biometrik Wajah dan eSIM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.