SPPG Polda Kepri Evaluasi Kinerja Relawan Dapur Selama Libur Sekolah

Minggu, 28 Des 2025, 10:30 WIB

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nongsa 3 Batu Besar yang dikelola oleh Yayasan Kemala Bhayangkari Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) memanfaatkan libur sekolah untuk mengevaluasi kemampuan para relawan dapur.

Kepala Dapur SPPG Nongsa 3 Batu Besar Eva Andriani dikonfirmasi di Batam, Sabtu, menjelaskan selama musim libur ini Dapur SPPG Nongsa 3 Batu Besar masih beraktivitas pada saat produksi menu basah, yakni pada hari Senin dan Kamis. Sedangkan penyiapan menu kering dilakukan pada siang harinya.

Ket. Foto: Relawan Dapur SPPG Nongsa 3 Batu Besar Polda Kepri tengah memeprsiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) — Sumber: Antara Foto

Waktu luang ini dimanfaatkan oleh SPPG untuk meningkatkan kapasitas relawan dapur dalam hal penanganan produk pangan, serta SOP dapur yang higienis dan steril.

“Jadi selama tiga hari ini kami mereview (mengulas) ilmu-ilmu relawan,” kata Eva.

Dia mengatakan sebelumnya para relawan yang bekerja di dapur sudah mengikuti pelatihan tentang pengelolaan pangan, sehingga ilmu yang sudah diajarkan diulas kembali untuk meningkatkan kapasitas para relawan.

“Kami juga sosialisasikan kebijakan halal, kami sosialisasi penggunaan APD, sosialisasi cara cuci tangan,” ujarnya.

SPPG Polda Kepri mempekerjakan 46 orang relawan, yang terdiri atas devisi persiapan sebanyak delapan orang, pengolahan delapan orang, bagian pengemasan (packing) 11 orang, pengemudi empat orang, keamanan satu orang, satu petugas kebersihan, satu asisten dapur dan satu relawan laboratorium.

“Jadi musim libur ini kesempatan kami mereview ulang kemampuan relawan-relawan apakah masih ingat. Khawatir kalau tidak direview mereka lupa menerapkan SPO-nya,” sambung Eva.

Mulai dari tanggal 22 Desember 2025, Dapur SPPG Polda Kepri tidak memproduksi dan mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada sekolah.

Eva menjelaskan, selama libur sekolah, seluruh SPPG diinstruksi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) pusat untuk menyalurkan MBG kepada penerima manfaat tanpa terkecuali, baik itu sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita atau kelompok (B3), dengan catatan cara pemberiannya dilakukan seminggu dua kali.

Selama libur sekolah, lanjut dia, MBG didistribusikan pada hari Senin dan Kamis dengan jadwal satu makanan basah (siap santap) dan dua menu makanan kering (kemasan). Begitu juga di hari Kamis.

“Jadi Senin diantarkan satu makanan basah, dua makan kering untuk hari Selasa dan Rabu. Kemudian hari Kamis dikirim satu menu basah dan dua menu kering untuk hari Jumat dan Sabtu,” jelasnya.

MBG untuk sekolah, kata dia, tidak diantarkan dikarenakan beberapa sekolah tidak mau menerima dengan alasan siswa dan guru banyak yang pulang kampung selama libur sekolah. Sehingga, sekolah khawatir tidak bisa menghandle pendistribusian MBG.

“Kalau sekolah-sekolah tidak bersedia kami tidak mengirim (MBG), kebetulan seluruh sekolah di bawah naungan kami tidak ada yang bersedia, jadi kami hanya memproduksi MBG untuk B3,” ujarnya.

Dapur SPPG Nongsa 3 Batu Besar memasok MBG untuk 3.978 penerima manfaat, terdiri atas 17 sekolah dan tiga posyandu.

SPPG Polda Kepri liburkan MBG untuk sekolah fokus kelompok B3

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nongsa 3 Batu Besar yang dikelola oleh Yayasan Kemala Bhayangkari Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) meliburkan produksi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sekolah dan fokus untuk kelompok B3.

Kepala Dapur SPPG Nongsa 3 Batu Besar Eva Andriani mengatakan Dapur SPPG Nongsa 3 Batu Besar masih memproduksi MBG di hari libur sekolah sesuai instruksi Badan Gizi Nasional (BGN).

“MBG untuk sekolah tidak ada produksi, tapi kami produksi MBG untuk posyandu saja,” kata Eva di Batam, Sabtu.

Dia menjelaskan, selama libur sekolah seluruh SPPG diinstruksikan untuk menyalurkan MBG kepada penerima manfaat tanpa terkecuali, baik itu sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita atau kelompok B3, dengan catatan cara pemberiannya dilakukan seminggu dua kali.

Selama libur sekolah, lanjut dia, BMG didistribusikan pada hari Senin dan Kamis dengan jadwal satu makanan basah (siap santap) dan dua menu makanan kering (kemasan). Begitu juga di hari Kamis.

“Jadi Senin diantarkan satu makanan basah, dua makan kering untuk hari Selasa dan Rabu. Kemudian hari Kamis dikirim satu menu basah dan dua menu kering untuk hari Jumat dan Sabtu,” jelasnya.

MBG untuk sekolah, kata dia, tidak diantarkan dikarenakan beberapa sekolah tidak mau menerima dengan alasan siswa dan guru banyak yang pulang kampung selama libur sekolah, sehingga sekolah khawatir tidak bisa menghandel pendistribusian MBG.

“Kalau sekolah-sekolah tidak bersedia kami tidak mengirim (MBG), kebetulan seluruh sekolah di bawah naungan kami tidak ada yang bersedia, jadi kami hanya memproduksi MBG untuk B3,” ujarnya.

Dapur SPPG Nongsa 3 Batu Besar memasok MBG untuk 3.978 penerima manfaat, terdiri atas 17 sekolah dan tiga posyandu.

Sejak 22 Desember 2025, Dapur SPPG Nongsa 3 Batu Besar hanya memproduksi MBG untuk 590 penerima manfaat dari kelompok B3.

Eva mengatakan pihaknya masih menunggu pengumuman dari BGN terkait kapan akan memproduksi MBG untuk sekolah. Informasi awal mengatakan antara tanggal 5 dan 8 Januari 2026, tetapi belum diputuskan.

“Kami masih menunggu keputusan BGN untuk tanggal produksi MBG seperti semula,” ujarnya.

Terpisah, BGN menginformasikan bahwa pelaksanaan MBG pada akhir tahun 2025 masih berlangsung pada 26, 27, 29, 30, dan 31 Desember 2025, khususnya untuk memastikan keberlanjutan layanan bagi kelompok prioritas.

Sedangkan pada awal tahun 2026, program MBG akan dimulai secara serempak pada 8 Januari 2026. Sebelumnya, pada tanggal 2, 3, 5, 6, dan 7 Januari 2026 ditetapkan sebagai hari persiapan bagi SPPG di seluruh Indonesia, mencakup kesiapan dapur, distribusi, sumber daya manusia, serta penguatan standar keamanan pangan.

  • Makan Bergizi Gratis (MBG)

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.