Menko Perekonomian Ajak Masyarakat “Work from Mall”

Sabtu, 27 Des 2025, 15:25 WIB

JAKARTA - Pemerintah menerapkan Flexible Working Arrangement (FWA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai tanggal 29-31 Desember 2025. FWA merupakan konsep kerja adaptif yang bisa dilakukan darimana saja selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bahkan mendorong FWA dilakukan di Mall. Selain bekerja, juga untuk mendorong konsumsi masyarakat guna menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Ket. Foto: — Sumber: RRI/Magdalena Krisnawati

“Mall bukan hanya tempat belanja, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi atau bekerja. Apalagi sekarang kita sedang mendorong kegiatan ekonomi gig,” kata Menko Airlangga saat melakukan kunjungan ke Pondok Indah Mall (PIM) 1 di Jakarta, Jumat (26/12).

Ekonomi gig adalah sistem pekerjaan yang tidak bergantung pada hubungan kerja yang tetap. Seseorang memperoleh penghasilan dari tugas atau proyek yang dikerjakan melalui platform digital.

“Kita akan mendorong pengembangan ekonomi gig ini di 15 provinsi, dengan dukungan perusahaan-perusahaan di bidang Informasi Teknologi. Kalau bekerja di ekonomi gig, butuhnya charger laptop, wifi, dan kopi dan itu semuanya ada di mall,” ucap Menko Airlangga.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah menilai positif inisiatif “Work from Mall”. “Kami dari sektor ritel sangat mendukung, karena mall-mall akan ramai dan kami para peritel akan berjualan,” ujarnya.

Ajakan untuk “Bekerja dari Mall” ini, tambah Budihardjo, juga mendukung program Indonesia Great Sale yang berlangsung sampai 4 Januari 2026. Menurutnya, penjualan sudah meningkat dalam dua minggu terakhir, namun Budihardjo belum mau menyebutkan angkanya.

Indonesia Great Sale dengan program diskonnya, menargetkan capaian penjualan sebesar Rp30 triliun. Event ini menjadi bagian dari berbagai program “Belanja di Indonesia Aja” (BINA).

“Sebelumnya ada Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional) sekitar Rp35 triliun, dan ada Every Purchase is Cheap. Sehingga sampai akhir tahun dari program belanja kita harapkan tercapai Rp110 triliun,” kata Menko Airlangga.

Menurut dia, program belanja bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan asing. Menko Airlangga mencontohkan banyaknya wisatawan Malaysia yang datang ke Indonesia.

“Mereka mencoba Whoosh (kereta cepat), dan berbelanja di factory outlet di Bandung. Wisata seperti inilah yang akan kita dorong ke depan,” kata dia.

Pada kesempatan tersebut, Hippindo juga menyerahkan bantuan "Hippindo Peduli" untuk para korban bencana di Sumatra. Bantuan yang diserahkan sebesar Rp1 miliar. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.