- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump ke Maduro: Mundur ad...
Trump ke Maduro: Mundur adalah Langkah Cerdas di Tengah Kepungan AS
Selasa, 23 Des 2025, 21:53 WIBWASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (22/12) mengatakan bahwa akan menjadi langkah yang "cerdas" bagi Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk mengundurkan diri seiring meningkatnya ketegangan antara kedua pemimpin tersebut.
"Ya, saya pikir mungkin memang begitu... Terserah saja dia mau melakukan apa. Saya pikir akan menjadi langkah yang cerdas jika dia melakukan itu," kata Trump kepada wartawan di resor Mar-a-Lago miliknya di Palm Beach, Florida, ketika ditanya apakah tujuannya adalah untuk memaksa Maduro melepaskan kekuasaan.
"Jika dia bermain dengan keras, itu akan menjadi terakhir kalinya dia bisa bermain dengan keras," imbuhnya.
Trump juga mengonfirmasi bahwa AS mengejar kapal tanker minyak yang dikenai sanksi selama akhir pekan.
Sejumlah media AS pada Minggu (21/12) melaporkan bahwa Penjaga Pantai AS sedang "melakukan pengejaran aktif" terhadap kapal tanker minyak bernama Bella 1 di perairan internasional di lepas pantai Venezuela saat kapal tersebut dalam perjalanan menuju Venezuela untuk memuat kargo.
Surat kabar The New York Times pada Senin melaporkan bahwa kapal tanker tersebut telah melarikan diri ke Samudra Atlantik. Jika berhasil dicegat, ini akan menandai penyitaan kapal tanker minyak ketiga yang berhasil dilakukan oleh AS di lepas pantai Venezuela dalam waktu kurang dari dua pekan.
Pekan lalu, Trump memerintahkan "blokade total dan menyeluruh" terhadap semua kapal tanker yang dikenai sanksi dan masuk atau keluar dari Venezuela. Trump juga menyatakan pemerintahan Maduro sebagai organisasi teroris asing yang ditetapkan oleh AS.
Pentagon telah mengerahkan sekitar selusin kapal perang, termasuk termasuk kapal induk utama USS Gerald R. Ford, dan sekitar 15.000 tentara ke Laut Karibia, yang berbagi garis pantai dalam jumlah signifikan dengan Venezuela. Kawasan tersebut belum pernah menyaksikan kehadiran militer AS semasif ini setidaknya dalam tiga dekade terakhir.
Dalam wawancara via telepon dengan NBC News pekan lalu, Trump mengatakan bahwa dirinya tidak mengesampingkan kemungkinan perang dengan negara Amerika Selatan yang kaya minyak itu.
Venezuela telah berulang kali menuding Washington berupaya melakukan perubahan rezim dan ekspansi militer di Amerika Latin, mengecam pencegatan kapal tanker minyak sebagai tindakan "pembajakan".
Maduro, tanpa secara langsung merujuk pada ucapan Trump, menekankan bahwa setiap pemimpin harus fokus pada urusan domestik negaranya sendiri.
"Jika saya berbicara dengannya lagi, saya akan mengatakan kepadanya: setiap negara harus mengurus urusan internalnya sendiri," kata Maduro pada Senin dalam pidato yang disiarkan di televisi. Ant/Xinhua
- donald trump
- venezuela
- nicolas maduro
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
AS Harus Luncurkan 7.800 Satelit Demi Wujudkan Ambisi Golden Dome
-
Konsumsi Pertamax periode lebaran 2026 naik
-
Trump Tak Puas dengan Tawaran Iran Buka Selat Hormuz
-
PMI Bertahan di Zona Ekspansi: Manufaktur Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Global
-
3.367 Pelajar Lolos SNBP 2026 di Universitas Jember dari 13.755 Pendaftar
-
Meugang Tradisi Masyarakat Aceh Timur Menyambut Hari Raya
-
Google Gemini Hadirkan Fitur Impor Riwayat: Solusi Pindah AI Tanpa Kehilangan Konteks
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.