Kemenperin Dorong Industri di Kalimantan Naik Kelas
Selasa, 23 Des 2025, 21:30 WIBJAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat struktur industri nasional melalui penerapan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) sebagai fondasi pembangunan industri jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Forum Komunikasi Publik (FKP) Tahun 2025 yang diselenggarakan di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banjarbaru, Senin (22/12).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa SBIN ditetapkan sebagai panduan utama agar industrialisasi Indonesia tidak hanya bertumbuh, tetapi juga mampu naik kelas. Menurutnya, sektor industri harus menjadi tulang punggung kemandirian ekonomi nasional sekaligus penggerak kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
"Peningkatan kualitas dan daya saing industri manufaktur dibangun di atas empat pilar utama SBIN, yaitu penerapan prinsip keberlanjutan, penguasaan teknologi, industrialisasi berbasis sumber daya alam, serta pengembangan ekosistem industri yang terintegrasi,"ujar Menperin di Jakarta, Selasa (23/12).
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Emmy Suryandari menekankan pentingnya penguatan standardisasi dan penyediaan jasa industri yang andal sebagai faktor penopang stabilitas sektor manufaktur nasional.
"Standardisasi memiliki peran strategis dalam menjamin mutu produk dan memperluas akses pasar, sementara jasa industri seperti pengujian, sertifikasi, dan kalibrasi menjadi instrumen penting dalam membantu industri memenuhi regulasi dan meningkatkan daya saing," jelas Emmy.
Kepala BSKJI juga menambahkan, kinerja industri pengolahan nonmigas nasional saat ini berada dalam fase ekspansi. Hal ini tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) November 2025 yang tercatat sebesar 53,45. âUntuk menjaga momentum positif tersebut, BSKJI bersama satuan kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT), termasuk BSPJI Banjarbaru, terus berkontribusi melalui berbagai layanan strategis," tegasnya.Â
Layanan strategis itu antara lain verifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Sertifikasi Industri Hijau, serta pendampingan teknologi melalui program Dana Kemitraan Peningkatan Teknologi Industri (DAPATI) dan Penguatan Industri Mellaui Optimalisasi Teknologi (PINOTI).
"Forum Komunikasi Publik ini menjadi wadah penting untuk merumuskan langkah konkret dalam meningkatkan layanan standardisasi dan jasa industri yang responsif terhadap kebutuhan daerah, khususnya di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng)," tambah Emmy.
Dirikan LSSM
Sebagai ujung tombak pelayanan di daerah, Kepala BSPJI Banjarbaru Fathullah memaparkan berbagai langkah konkret yang telah dilakukan instansinya dalam mendukung peningkatan daya saing industri. Pada awal 2025, BSPJI Banjarbaru berhasil mendirikan Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (LSSM) yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan nomor LSSM-098-IDN.
"LSSM BSPJI Banjarbaru kini mampu melayani sertifikasi ISO 9001 untuk berbagai sektor industri pengolahan, mulai dari beton, semen, logam dasar, karet, hingga produk makanan dan minuman," ungkap Fathullah.
Selain itu, BSPJI Banjarbaru juga terus memperluas cakupan layanannya, antara lain melalui penambahan lingkup pemeriksaan halal untuk obat dan kosmetika, serta penyediaan layanan sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Transformasi kualitas layanan tersebut turut dibuktikan dengan diraihnya penghargaan dari Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Selatan sebagai badan publik dengan predikat Informatif pada 19 Desember 2025.
"Sebagai satuan kerja Badan Layanan Umum (BLU), kami berkomitmen untuk menyelenggarakan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan profesional guna mendukung kemajuan sektor industri di wilayah kerja kami," tutup Fathullah.
- Industri Manufaktur
- Kementerian Perindustrian
- Berdaya Saing
- Menperin Agus Gumiwang
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Siti Fauziah Dorong UMKM Berdaya Saing, Pasar Jadoel Reborn Pabelan Jadi Motor Ekonomi Rakyat
-
MBG Dorong Konsumsi Susu, Kemenperin: Limbah Kemasan Harus Dikelola Biar Tidak Cemari Lingkungan
-
Kemenperin Sulap Pisang Manggarai Timur NTT Jadi Keripik, Tepung Hingga Cookies!
-
Manufaktur Nyaris Terseok-seok karena Harga Gas, Kemenperin: Kini Sudah Ada Jalan Keluar
-
Menperin Agus: Keselamatan Kerja Tak Bisa Ditawar Usai Ledakan di Semarang
-
Gelar IFI 2026, Kemenperin Kembangkan Inovasi Produk Antara Pangan Lokal
-
Bidik Pasar Eurasia, Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika RI Tembus Panggung INNOPROM 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.