Silfra Fissure, Rekahan Aktif Dua Benua yang Terus Melebar
Senin, 22 Des 2025, 05:15 WIBDi jantung Taman Nasional Ãingvellir, sekitar 45 kilometer timur laut Reykjavik, ibukota sekaligus kota terbesar di Islandia terbentang sebuah rekahan raksasa bernama Celah Silfra atau Silfra Fissure. Retakan jni memiliki panjang total yang biasa untuk jalur penjelajahan (untuk diving atau snorkeling) sekitar 300 hingga 500 meter dari titik masuk hingga titik keluar di laguna.
Secara geologi, rekahan ini terbagi menjadi empat bagian utama dengan rincian panjang sebagai berikut, Silfra Big Crack: Bagian pertama dan paling sempit, memiliki panjang sekitar 120 meter. Di sini Anda bisa menyentuh dua lempeng benua sekaligus.
Silfra Hall: Area yang lebih luas setelah celah utama, dengan panjang sekitar 50 meter. Silfra Cathedral: Bagian paling dramatis dengan tebing batu basal yang tinggi, membentang sepanjang kurang lebih 100 meter. Silfra Lagoon: Bagian akhir yang dangkal dan luas, memiliki panjang sekitar 120 meter menuju titik keluar.
Kedalaman maksimum rekahan ini mencapai 63 meter (di dalam sistem gua), namun untuk alasan keamanan, penyelam rekreasi dibatasi hingga kedalaman 18 meter. Lebarnya bervariasi dari celah yang sangat sempit (hanya sejangkauan tangan) hingga sekitar 8 meter di bagian yang lebih terbuka. Celah Silfra terus melebar.
Celah alami ini bukan sekadar lanskap indah, melainkan saksi hidup pergerakan bumi yang masih berlangsung hingga hari ini. Di sinilah dua lempeng benua Amerika Utara dan Eurasia terus menjauh, perlahan namun pasti, membentuk salah satu fenomena geologi paling langka di dunia.
Silfra dikenal luas sebagai satu-satunya tempat di bumi di mana manusia dapat menyelam di antara dua benua dengan visibilitas air yang nyaris sempurna.
Kejernihan ekstrem, suhu air mendekati titik beku, serta latar sejarah panjang menjadikan kawasan ini magnet bagi ilmuwan, penyelam, dan wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
Secara geologis, Silfra merupakan bagian dari Mid-Atlantic Ridge, punggungan tektonik raksasa yang membelah Samudra Atlantik dari utara ke selatan. Islandia menjadi pengecualian unik karena punggungan tersebut muncul ke permukaan daratan, memungkinkan proses pergerakan lempeng diamati secara langsung.
Lempeng Amerika Utara dan Eurasia bergerak saling menjauh sekitar dua hingga tiga sentimeter per tahun. Gempa besar yang melanda kawasan Ãingvellir pada 1789 diyakini sebagai awal terbentuknya Silfra sebagaimana dikenal saat ini.
Sejak itu, rekahan ini terus berubah, melebar, memanjang, dan membentuk sistem celah bawah air yang kompleks.
Bagi para geolog, Silfra adalah laboratorium alam. âJarang ada tempat di dunia di mana dinamika âtektonik bisa dilihat, disentuh, bahkan diselami dengan sangat mudah,â demikian kerap disampaikan dalam berbagai publikasi ilmiah tentang kawasan ini.
Air Gletser yang Jernih
Keistimewaan Silfra tidak hanya terletak pada posisi tektoniknya, tetapi juga pada kualitas airnya. Air yang mengisi celah ini berasal dari lelehan Gletser Langjökull, salah satu gletser terbesar di Islandia.
Air tersebut meresap ke dalam tanah dan menyaring diri melalui lapisan batuan lava berpori selama puluhan tahun, bahkan hingga satu abad, sebelum akhirnya muncul di Silfra.
Proses alami ini menghasilkan air dengan kejernihan luar biasa, memungkinkan jarak pandang mencapai 100 hingga 150 meter, angka yang hampir mustahil ditemukan di lokasi penyelaman lain di dunia. Airnya begitu murni sehingga dapat langsung diminum, meski suhunya stabil di kisaran 2â4 derajat Celsius sepanjang Âtahun.
Minimnya nutrisi membuat hampir tidak ada plankton atau sedimen yang mengganggu kejernihan. Silfra, dalam hal ini, lebih menyerupai galeri alam raksasa ketimbang ekosistem bawah air yang ramai.
Lorong Bawah Air
Silfra bukan satu celah tunggal, melainkan rangkaian zona yang masing-masing memiliki karakter visual berbeda. Penyelam biasanya memulai perjalanan dari Big Crack, celah sempit yang memperlihatkan dinding dua benua hanya dalam jangkauan tangan. Sensasi berada di antara dua massa daratan raksasa terasa paling kuat di titik ini.
Perjalanan berlanjut ke Silfra Hall, lorong yang lebih lebar dan dalam, sebelum mencapai Silfra Cathedral bagian terdalam sekaligus paling dramatis, dengan ruang terbuka luas dan kedalaman mencapai lebih dari 20 meter. Cahaya biru kehijauan yang menembus air menciptakan kesan sakral, seolah berada di dalam bangunan katedral alami. Di ujung rute, Silfra Lagoon menawarkan perairan lebih dangkal dengan arus tenang. hay
- Silfra Fissure
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Tim Koran Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.