Mendes PDT Dorong BUMDes–Kopdes Merah Putih Bersatu Perkuat Ekonomi Desa

Senin, 22 Des 2025, 22:50 WIB

LAMONGAN – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih erat antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai motor penggerak ekonomi desa.

Sinergi kedua lembaga tersebut dinilai mampu memperkuat skala usaha, memperluas akses permodalan, serta meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal, sehingga percepatan pembangunan desa dapat berjalan lebih efektif dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ket. Foto: Mendes PDT Yandri Susanto (tengah) meninjau pengelolaan BUMDes di Desa Plosowahyu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Senin (22/12/2025). — Sumber: ANTARA/ Alimun Khakim

“BUMDes dan KDKMP tidak perlu dibenturkan, justru harus disinergikan dan saling membesarkan,” ujarnya saat kunjungan kerja di Desa Plosowahyu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Senin (22/12).

Ia menjelaskan, pembagian peran usaha yang jelas menjadi kunci untuk mencegah tumpang tindih sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi desa.

BUMDes, kata dia, dapat fokus mengembangkan unit usaha yang telah berjalan, sementara KDKMP diarahkan mengisi sektor usaha lain yang belum tergarap.

Yandri mencontohkan BUMDes Bangkit Berdaya di Desa Plosowahyu, Lamongan yang telah sukses mengelola sejumlah unit usaha produktif, seperti peternakan lele, pasar desa, dan penyewaan ruko. Ke depan, KDKMP diharapkan mengisi sektor usaha lain agar tercipta kolaborasi yang saling menguatkan.

Selain penguatan kelembagaan usaha desa, pemerintah pusat juga merencanakan pembangunan gudang-gudang besar di tingkat kabupaten sebagai pusat distribusi atau grosir. Skema tersebut ditujukan untuk melayani kebutuhan KDKMP dan warung desa dengan harga lebih terjangkau sekaligus memperkuat rantai distribusi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi melaporkan hingga kini sebanyak 103 KDKMP telah beroperasi di Lamongan dengan total omzet lebih dari Rp455 juta. Selain itu, sebanyak 429 KDKMP telah terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes).

Sedangkan, saat ini terdapat 40 Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) tercatat aktif di wilayah setempat dengan rincian 18 berstatus maju dan 22 berkembang.

Sebagaimana diketahui, Kunjungan Mendes tersebut dilakukan untuk meninjau implementasi Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan gerai KDKMP.

Hingga saat ini, pemerintah telah menyiapkan sekitar 45 ribu lahan yang masuk tahap verifikasi, sementara pembangunan KDKMP telah mencapai lebih dari 20 ribu unit dari target nasional sekitar 80 ribu.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.