Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Muhammad Jazir ASP Wafat

Senin, 22 Des 2025, 17:45 WIB

YOGYAKARTA - Dunia dakwah dan pengelolaan masjid di Yogyakarta kehilangan salah satu tokohnya. Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Ustadz Muhammad Jazir ASP, wafat pada Senin dini hari setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Kabar meninggalnya Ustadz Jazir dibenarkan oleh Pengurus Masjid Jogokariyan, Gitta Welly Aryadi. Ia menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya sosok yang selama ini menjadi rujukan dan guru bagi pengelolaan Masjid Jogokariyan.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. @masjidjogokariyan

“Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun. Sungguh kita semua berasal dari Allah dan kepada-Nya kita semua akan kembali. Guru kami tercinta, Muhammad Jazir ASP, Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, pagi ini berpulang ke hadirat Allah SWT,” ujar Gitta saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Senin.

Menurut Gitta, meski dalam kondisi sakit, almarhum tidak pernah lepas dari perhatian terhadap perjuangan masjid. Ustadz Jazir terus mengingatkan agar pengurus tetap melanjutkan misi besar Masjid Jogokariyan. “Selama sakit, beliau terus berpesan untuk meneruskan perjuangan menghadirkan peradaban masjid,” katanya.

Gitta juga mengajak masyarakat mendoakan almarhum agar seluruh amal kebaikannya diterima. “Mohon doa yang sebaik-baiknya bagi beliau, agar segala dosa dan kesalahan beliau diampuni dan dimaafkan, serta segala kebaikan beliau diterima di sisi Allah SWT. Semoga Allah jadikan barzahnya sebagai salah satu di antara taman-taman surga, dan semoga Allah pertemukan kita kembali di jannah-Nya,” tutur dia.

Saat ini, jenazah Ustadz Jazir disemayamkan di Masjid Jogokariyan, Kota Yogyakarta, sebelum dimakamkan.

Dari pihak keluarga, putra bungsu almarhum, Haidar Muhammad Tilmitsani, menyampaikan bahwa masih ada gagasan besar ayahnya yang belum sepenuhnya terwujud. “Beliau kan ingin masjid, kalau bisa semua masjid, punya yang namanya wakaf produktif, begitu,” kata Haidar.

Ia menjelaskan, cita-cita tersebut berangkat dari pandangan bahwa dana infak masjid seharusnya tidak hanya dihabiskan untuk pembangunan fisik, tetapi juga dapat dikelola agar memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Haidar menuturkan, konsep wakaf produktif yang dimaksud ayahandanya antara lain diwujudkan melalui pembentukan badan usaha milik masjid. Hasilnya diharapkan dapat menopang operasional masjid sekaligus menjamin kesejahteraan para pengabdi masjid. “Wakaf produktifnya, badan usaha milik masjidnya itu bisa untuk operasional masjid, dan juga untuk memberi pensiun bagi para pengabdi di masjid,” ucapnya.

Selain gagasan tersebut, Haidar menyebut Ustadz Jazir juga menitipkan pesan penting kepada para pengurus Masjid Jogokariyan agar tidak berhenti pada pengelolaan fisik semata. “Nggak sekadar ngurusin bangunan, tetapi kita itu sedang membangun peradaban. Jadi, bagi teman-teman semuanya yang mungkin sempat pernah terinspirasi oleh bapak saya, begitu, mari bersama-sama kita teruskan perjuangannya,” ujar dia.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.