Kemenhut Tegaskan Kayu Hanyut Banjir Bisa Dimanfaatkan untuk Pemulihan Pascabencana
Senin, 22 Des 2025, 13:05 WIBJAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyatakan masyarakat diperbolehkan memanfaatkan kayu hanyut yang terbawa banjir bandang di sejumlah wilayah terdampak, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Mengutip dari ANTARA News, Senin (22/12), pemanfaatan tersebut ditujukan untuk membantu penanganan darurat serta proses rehabilitasi dan pemulihan pascabencana.
Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) Kemenhut, Laksmi Wijayanti, menjelaskan bahwa kayu-kayu yang terbawa arus banjir dapat digunakan sebagai material pembangunan rumah, fasilitas umum, hingga sarana dan prasarana dasar bagi masyarakat terdampak.
Menurut Laksmi, kebijakan ini merupakan langkah kemanusiaan yang diambil pemerintah agar warga dapat segera bangkit setelah bencana. Namun, ia menegaskan bahwa pemanfaatan kayu hanyutan hanya diperbolehkan untuk kepentingan darurat dan pemulihan, bukan untuk kegiatan komersial.
Kebijakan tersebut merujuk pada surat edaran Direktorat Jenderal PHL yang diterbitkan pada 8 Desember 2025 mengenai Pemanfaatan Kayu Hanyut untuk Pemulihan Pascabencana Banjir. Surat edaran itu ditandatangani langsung oleh Dirjen PHL dan diketahui oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni serta Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki. Edaran tersebut telah disampaikan kepada gubernur di tiga provinsi yang terdampak bencana.
Meski demikian, Kemenhut menekankan bahwa pemanfaatan kayu hanyutan tetap harus mematuhi ketentuan hukum yang berlaku. Kayu hanyut dikategorikan sebagai kayu temuan, sehingga pengelolaannya wajib menjunjung prinsip legalitas, ketertelusuran, dan keterlacakan sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.
Untuk mencegah potensi penyalahgunaan, seperti penebangan liar atau praktik pencucian kayu yang memanfaatkan situasi bencana, pemerintah menghentikan sementara kegiatan pemanfaatan dan pengangkutan kayu bulat di wilayah terdampak.
Kemenhut juga memastikan bahwa penyaluran dan pemanfaatan kayu hanyutan dilakukan secara terpadu dan diawasi secara ketat. Koordinasi dilakukan bersama pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, serta aparat penegak hukum agar kebijakan ini tepat sasaran dan benar-benar mendukung percepatan pemulihan pascabencana.
- Banjir Bandang
- Kemenhut
- Banjir Sumatra
- Kayu
- Kayu Hanyut
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Muhammad Daniel Ramadhan
Berita Terkait:
-
Duet Happy Asmara & Ndarboy ke Layar Lebar Bawa Cerita Musik Jawa Lewat Film Cidro Asmoro
-
Dekranasda Bali Cari Solusi untuk Regenerasi Perajin Endek yang Kian Sedikit
-
Kemenhut Laporkan Tangani 290 Ekor Satwa Liar Terdampak Karhutla, Terbanyak di Kalimantan
-
Makassar Bakal Punya Perda HIV, Upaya Perkuat Pencegahan dan Penanganan HIV/AIDS
-
Kemenhut Berhasil Selamatkan 100 Satwa Liar Terdampak Karhutla
-
Gaza Masih Krisis BBM, PBB Sebut Bantuan yang Masuk Belum Cukup Memadai
-
Pestapora 2026: Penampilan Vierratale hingga Juicy Luicy Memantik Semangat Penonton
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.