Menteri PPPA Dorong Kaum Perempuan Jadi Agen Perubahan Digital
Kamis, 14 Mei 2026, 15:55 WIBJAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menegaskan perempuan harus menjadi agen perubahan digital menghadapi meningkatnya kekerasan berbasis online terhadap anak perempuan.
Pemerintah juga mendorong terciptanya ruang digital aman, inklusif, serta mendukung pemberdayaan perempuan di era teknologi modern.
Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menilai perkembangan teknologi digital memunculkan ancaman baru berupa kekerasan berbasis gender online terhadap perempuan. Ancaman tersebut meliputi pelecehan media sosial, penyebaran konten intim tanpa persetujuan, hingga eksploitasi digital anak perempuan.
âR.A. Kartini adalah sosok pemberani dalam bersuara, berpikir kritis, dan memperjuangkan kemanusiaan di tengah keterbatasan akses pendidikan saat itu. Namun, tantangan kita saat ini berbeda, yaitu kehadiran teknologi yang bergerak sangat cepat dan tak terbatas,â kata Arifah Fauzi dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (14/5).
Arifah menegaskan perempuan tidak boleh sekadar menjadi pengguna teknologi, melainkan agen perubahan positif ruang digital. Ia mendorong terciptanya ruang digital sehat, aman, inklusif, serta mendukung pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
âMaka, kita harus bergerak bersama dalam memastikan perempuan bukan hanya menjadi pengguna. Melainkan sebagai pencipta dan agen perubahan di dunia digital,â ucap dia.
Menurutnya, semangat perjuangan R.A. Kartini harus terus dihidupkan dalam menghadapi tantangan era digital. Teknologi, lanjutnya, perlu dimanfaatkan secara positif dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bekerja, berkeluarga, maupun membangun identitas diri.
âR.A. Kartini telah menyalakan cahaya seabad yang lalu. Tugas kita sekarang adalah memastikan cahaya itu tetap hidup dan menyala di ruang digital,â tegas Arifah .
Karena itu, Kementerian PPPA terus mendorong keterlibatan keluarga, sekolah, komunitas, serta platform digital menciptakan ruang aman bagi perempuan. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat perlindungan anak dan perempuan dari berbagai ancaman kekerasan di ruang digital.
Sementara, Ketua Umum Komoenitas Makara, Fitra Manan, menilai perempuan saat ini memiliki literasi dan keberdayaan yang semakin kuat di ranah digital. Menurut dia, kemudahan akses informasi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas diri dan mendorong kesetaraan.
âPerempuan saat ini mampu berdaya dalam kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan digital. Karena itu, kesempatan ini akan menjadi sangat baik bila kita melakukan kegiatan yang positif untuk mewujudkan kesetaraan,â kata Fitra. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Kemlu RI Serukan Investigasi Penuh Kapal Terbakar Berawak WNI di Selat Hormuz
-
PT KAI Divre I Sumut Pastikan Angkutan Barang Tetap Beroperasi Selama Lebaran
-
Rafflesia Arnoldii Mekar di Liku Sembilan Bengkulu Tengah, Tarik Perhatian Pengunjung
-
Call Center 133 Dibuat Jasa Marga untuk Bantu Pengguna Jalan yang Alami Darurat
-
Maskapai Asia-Pasifik Hentikan Penerbangan ke Timur Tengah
-
Belajar dari Industrialisasi Pertahanan Iran: Model Kemandirian Terpaksa
-
Pakistan Diberi Ijin Iran Melintas di Selat Hormuz
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.