Format Sprint MotoGP Terbukti Sukses, Penonton Melonjak Tajam
Minggu, 21 Des 2025, 08:10 WIBLONDON - Format sprint MotoGP tak lagi sekadar eksperimen. Meski masih menjadi salah satu topik paling diperdebatkan di paddock, manajemen MotoGP menilai balapan jarak pendek tersebut telah memberikan dampak nyata, terutama dari sisi penonton. Chief Sporting Officer Dorna Sports, Carlos Ezpeleta, menegaskan bahwa lonjakan audiens musim ini menjadi bukti keberhasilan format tersebut.
Diperkenalkan sejak musim 2023, balapan sprint yang berdurasi setengah dari Grand Prix utama telah mendongkrak jumlah penonton televisi secara signifikan. Data MotoGP menunjukkan kenaikan 26 persen penonton TV pada hari Sabtu, sementara total audiens televisi sepanjang musim meningkat 9 persen.
Tak hanya itu, kalender 22 seri musim ini juga menarik 3,6 juta penonton langsung ke sirkuit, memecahkan sembilan rekor kehadiran. MotoGP pun menutup salah satu musim paling berkesan, ditandai dengan Marc Marquez (Ducati) yang kembali ke puncak dengan meraih gelar dunia ketujuhnya.
Dari luar, format ini tampak sebagai situasi ideal: lebih banyak balapan, lebih banyak penonton, dan tentu saja potensi pemasukan yang lebih besar. Namun bagi para pembalap, menjalani 22 Grand Prix dan 22 sprint race berarti beban fisik dan mental yang jauh lebih berat.
Sebagai perbandingan, Formula 1 hanya menggelar sprint di beberapa seri tertentu, dengan jumlah maksimal enam dalam satu musim. Kendati demikian, Ezpeleta tidak menyisakan keraguan soal arah MotoGP ke depan, terutama dalam upaya menyeimbangkan tradisi olahraga dengan kebutuhan menarik penggemar baru.
âKami percaya format yang sama setiap akhir pekan sangat krusial bagi olahraga ini, terutama ketika kami sangat fokus menjaring penggemar baru,â ujar Ezpeleta kepada Reuters.
âOlahraga yang mudah dipahami, dengan format yang konsisten setiap akhir pekan, poin yang sama selalu diperebutkan, memberikan identitas kuat sebagai kejuaraan dunia, dan itu sangat penting bagi kami.â
Pembelaan Ezpeleta terhadap format sprint muncul di tengah kekhawatiran berkelanjutan dari para pembalap, mulai dari potensi pengaburan nilai Grand Prix hari Minggu hingga risiko cedera akibat padatnya agenda dan berkurangnya sesi latihan.
Namun Ezpeleta menepis anggapan bahwa sprint menggerus nilai balapan utama.
âSaya tidak melihat itu. Perbedaan poinnya masih sangat besar,â tegasnya.
âButuh waktu bagi pembalap dan tim untuk memahami ritme akhir pekanâkapan harus menyerang dan kapan lebih pasif. Cedera memang bagian dari olahraga ini dan kami akan melakukan apa pun untuk mencegahnya. Namun pada akhirnya, ini soal aksi di lintasan, dan lewat pengalaman mereka telah banyak berkembang.â
Dari sudut pandang Dorna sebagai promotor, angka-angka tersebut sudah cukup menjadi pembenaran. Ezpeleta menyebut penambahan sprint race hari Sabtu berhasil meningkatkan kehadiran di sirkuit dan jumlah penonton TV, menyebut musim ini sebagai âmusim terbesar dan paling globalâ dalam sejarah MotoGP.
Pada tahun 2025, MotoGP melaporkan kenaikan 12 persen penggemar global hingga mencapai 632 juta orang. Menariknya, lebih dari setengah audiens MotoGP kini berusia di bawah 35 tahun.
âKami adalah olahraga yang sarat emosi mentah, keberanian, dan sikap menantang,â ujar Ezpeleta.
âKecepatan dan risikonya, semua yang menjadi inti MotoGP, sangat membantu membangun basis penggemar muda. Ini sesuatu yang diidamkan banyak cabang olahraga.â
Meski kalender semakin panjang, Eropa masih menjadi pusat MotoGP dengan 14 dari 22 seri digelar di benua tersebut, termasuk empat seri di Spanyol. Namun Ezpeleta menegaskan peta ini bisa berubah.
âAmerika Serikat dan Inggris sangat strategis bagi kami. Kami juga terus fokus ke Asia Tenggara, termasuk India dan Tiongkok,â jelasnya.
âKeduanya pasar besar bagi industri sepeda motor dan juga MotoGP, begitu pula Amerika Selatan. Tentu kami tidak melupakan pasar matang seperti Spanyol, Italia, dan Prancis.
âTetapi fokus kami adalah pertumbuhan. Ke depan, akan ada lebih banyak balapan di luar Eropaâitulah arah yang kami dorong.â
Dengan angka penonton yang melonjak dan basis penggemar muda yang kian kuat, Dorna tampaknya mantap menjadikan sprint race sebagai bagian permanen dari wajah baru MotoGP.
- motogp
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Pengemudi Patut Waspadai “Aquaplaning” saat Berkendara ketika Hujan
-
San Antonio Spurs Hajar Houston Rockets 145-120
-
Produksi Sampah 3.300 Ton per Hari, Bandung Siapkan Pengolahan Terpadu
-
Lille Taklukkan Nantes, 10 Pemain Brest Cundangi Metz
-
Struktur Baru Race Direction MotoGP untuk Musim 2026
-
Indonesia Tanpa Gelar di Swiss Open 2026, Putri KW dan Alwi Farhan Runner-up
-
Pemprov DKI Tutup Sementara Zona 4A TPST Bantargebang setelah Terjadi Longsor
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.