Pengemudi Patut Waspadai “Aquaplaning” saat Berkendara ketika Hujan
Minggu, 29 Mar 2026, 17:20 WIBJAKARTA â Arus balik Lebaran mulai terjadi di sejumlah ruas jalan dengan kondisi cuaca hujan yang mengguyur beberapa wilayah. Kondisi jalan yang basah dan tergenang air membuat pengendara diimbau lebih waspada saat berkendara.
Fenomena aquaplaning atau hydroplaning menjadi salah satu risiko yang dapat terjadi saat berkendara di tengah hujan deras. Kondisi ini terjadi ketika ban kendaraan kehilangan kontak dengan permukaan jalan.
Hal ini diakibatkan akibat lapisan air yang terbentuk di antara ban dan aspal. Aquaplaning biasanya muncul secara bertahap saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi di jalan yang tergenang air.
Dalam banyak kasus, hanya sebagian ban yang kehilangan kontak dengan jalan. Sehingga kendaraan masih dapat dikendalikan meskipun pengemudi mungkin merasakan ketidakseimbangan pada roda.
Untuk mengurangi risiko aquaplaning, pengemudi disarankan memeriksa tekanan ban secara rutin sesuai rekomendasi pabrikan. Kemudian, menyesuaikan kecepatan saat hujan deras, serta mematikan fitur cruise control agar kendali kendaraan tetap manual.
Selain itu, pengemudi juga dianjurkan melihat kondisi jalan lebih jauh ke depan untuk mengantisipasi genangan air yang berpotensi memicu aquaplaning. Meski demikian, aquaplaning yang menyebabkan hilangnya kendali kendaraan secara total tergolong sangat jarang.
Kondisi tersebut hanya terjadi ketika keempat ban kehilangan cengkeraman secara bersamaan. Aquaplaning diperkirakan hanya menyumbang sekitar 0,1 persen dari kecelakaan di jalan. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.