Indonesia Tanpa Gelar di Swiss Open 2026, Putri KW dan Alwi Farhan Runner-up
Senin, 16 Mar 2026, 04:32 WIBJAKARTA â Harapan tim bulu tangkis Indonesia untuk membawa pulang gelar dari turnamen Swiss Open 2026 pupus di partai puncak. Dua wakil Merah Putih yang tampil di final, Putri Kusuma Wardani dan Alwi Farhan, harus puas mengakhiri turnamen dengan status runner-up setelah tak mampu mengatasi lawan masing-masing.
Pada final tunggal putri, Putri Kusuma Wardani tidak mampu membendung permainan agresif wakil Thailand, Supanida Katethong. Putri menyerah dua gim langsung 11-21, 15-21 dalam pertandingan yang berlangsung sekitar 40 menit, Minggu (15/3) malam waktu setempat.
Sepanjang laga, Putri kesulitan mengantisipasi serangan tajam yang terus dilancarkan Supanida. Permainan cepat dan tekanan beruntun dari pemain Thailand itu membuat Putri kerap berada dalam posisi bertahan dan gagal mengembangkan pola serangan terbaiknya.
Nasib serupa dialami Alwi Farhan pada final tunggal putra. Pebulu tangkis muda Indonesia itu harus mengakui keunggulan pemain Jepang, Yushi Tanaka, dengan skor 18-21, 12-21.
Pada gim pertama, Alwi sempat memberikan perlawanan sengit dan mampu menjaga jarak poin dengan Tanaka. Namun memasuki gim kedua, tekanan dari pemain Jepang semakin sulit diatasi. Alwi beberapa kali kehilangan momentum dan akhirnya tak mampu mengejar ketertinggalan hingga laga berakhir.
âPasti bersyukur, ini minggu yang luar biasa dan tidak gampang juga karena banyak tantangan yang harus saya lewati. Sayang sekali di partai final saya merasa antiklimaks, tapi saya mengakui Yushi bermain lebih baik,â ujar Alwi usai pertandingan, dikutip dari keterangan resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia.
Alwi mengakui kondisi fisik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performanya di partai final. Waktu pemulihan yang terbatas setelah pertandingan semifinal sehari sebelumnya membuatnya belum pulih sepenuhnya saat tampil di laga puncak.
âSaya merasa kurang bisa recovery lebih bagus saja setelah laga semifinal tadi malam. Saya akan kembali lebih kuat dan mencoba di lain kesempatan,â kata Alwi.
Meski gagal merebut gelar, Alwi menilai dua pekan terakhir menjadi pengalaman penting bagi dirinya. Ia mendapatkan banyak pelajaran dari turnamen dengan tingkat persaingan tinggi.
Menurut dia, meski Swiss Open hanya berlevel Super 300, tantangan yang dihadapi tidak jauh berbeda dengan turnamen level Super 1000 yang diikutinya sepekan sebelumnya, yakni All England 2026.
âDengan kondisi yang sudah tidak 100 persen saya tetap mencoba berusaha. Ini menjadi pengalaman untuk pertandingan berikutnya,â ujarnya.
Secara keseluruhan, Tiongkok menjadi negara tersukses di Swiss Open tahun ini dengan merebut dua gelar melalui partai final sesama pemain mereka. Pada nomor ganda putri, pasangan Li Yi Jing/Wang Yi Duo mengalahkan Jia Yifan/Zhang Shuxian dengan skor 21-10, 22-20.
Sementara itu di nomor ganda campuran, pasangan Cheng Xing/Zhang Chi menang dramatis atas Zhu Yi Jun/Li Qian melalui rubber game 20-22, 21-15, 22-20.
Adapun satu gelar lainnya diraih pasangan Taiwan, Lee Fang Chih/Lee Fang Jen, yang menjuarai nomor ganda putra setelah menundukkan pasangan Denmark Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard dengan skor 21-18, 21-13.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Kapan Iduladha 2026? Cek Prediksi Tanggal, Jadwal Puasa Arafah, dan Daftar Hari Libur
-
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,54 Persen, Pasar Cermati Rotasi Sektor dan Sentimen Global
-
Tottenham Tertahan di Zona Degradasi setelah Hanya Bermain Imbang 2-2 Lawan Brighton
-
Kronologi F-15 Strike Eagle dan A-10 Warthog AS yang ditembak Jatuh oleh Sistem Pertahanan Udara Iran
-
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, HKI Dorong Pembentukan Tim Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Industri
-
Pemkab Gianyar Bali Musnahkan 16.511 Arsip tak Bernilai
-
31 Perusahaan Diselidiki terkait Bencana di Aceh dan Sumatera
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.