Tiga Kecamatan di Serang Berjuang Mengatasi Banjir

Jumat, 19 Des 2025, 03:45 WIB

SERANG – Masyarakat di tiga kecamatan Kota Serang masih berjuang mengatasi banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang melaporkan ratusan rumah yang tersebar di tiga kecamatan di Kota Serang, Banten, terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi akibat peningkatan debit air sungai.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang Diat Hermawan di Serang, Kamis, mengatakan banjir melanda enam titik lokasi yang berada di Kecamatan Kasemen, Cipocok Jaya, dan Walantaka. "Kondisi terparah terpantau di Kompleks Grand Sutra, Kecamatan Cipocok Jaya, dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter. Di lokasi ini banjir berdampak pada 470 rumah dan 2.483 jiwa," ujar Diat.

Ket. Foto: banjir perlu cepat diatasi — Sumber: ist

Diat menjelaskan genangan air di kawasan Cipocok Jaya tersebut belum surut. Selain itu, banjir di wilayah ini juga merendam Kompleks Untirta Permai, Kelurahan Banjar Agung. Sementara itu, di Kecamatan Walantaka, banjir merendam 150 rumah di Kompleks Grand Sutera, Kelurahan Teritih, dengan ketinggian air 30 hingga 70 sentimeter yang berdampak pada 425 jiwa.

Untuk wilayah Kecamatan Kasemen, genangan setinggi 15 hingga 40 sentimeter terjadi di Lingkungan Rujak Beling dan Kendal, Kelurahan Margaluyu serta Lingkungan Tanggul Jaya, Kelurahan Banten. "Hasil monitoring kami menunjukkan adanya peningkatan debit air dan arus yang cukup deras di sejumlah sungai, seperti Kali Cibanten, Kali Padma Raya, Kali Nyapah, Kali Banten, dan Kali KSB," katanya.

BPBD Kota Serang telah menerjunkan personel dan peralatan ke lokasi untuk melakukan asesmen serta pendataan warga terdampak. Pihaknya mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan.

Bendungan Sindangheula

Sementara itu, Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) memastikan kondisi Bendungan Sindangheula dalam keadaan normal, meski terjadi limpasan pada permukaan spillway akibat hujan intensitas tinggi sejak 17–18 Desember 2025. Kepala BBWS C3 Dedi Yudha Lesmana di Kota Serang, Banten, Kamis mengatakan  pihaknya terus memperkuat langkah pengawasan teknis di lapangan sebagai antisipasi terhadap potensi banjir.

“Sebagai langkah antisipatif, kami terus meningkatkan kesiapsiagaan, melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi cuaca, debit inflow dan outflow, serta berkoordinasi dengan instansi terkait (BPBD, Dinas PU, Basarnas) untuk antisipasi terhadap potensi banjir,” ujarnya. Ia meminta masyarakat tetap tenang, mengikuti informasi dari sumber resmi, serta tidak mudah terpengaruh kabar yang tidak terverifikasi.

“Masyarakat diimbau untuk tidak panik, namun tetap siaga,” ucap Dedi Yudha Lesmana. Hasil pemantauan terkini pada Kamis pukul 12.10 WIB menunjukkan Tinggi Muka Air (TMA) bendungan berada di elevasi +106,840 mdpl atau sekitar 20 centimeter di atas elevasi puncak pelimpah (+106,613 mdpl). Limpasan air berlangsung melalui mercu spillway dan tidak melewati tubuh bendungan.

Kondisi tersebut, menurutnya, berada dalam batas normal pola operasi. Seluruh instrumen pemantauan berfungsi baik dan mekanisme pengelolaan mengikuti standar operasional prosedur.

Daya tampung waduk, kata dia, saat ini mencapai 10.250.002,57 meter kubik dari total kapasitas sebesar 9.987.023,88 meter kubik. Limpasan yang terjadi merupakan bagian dari sistem pengamanan bendungan untuk mengendalikan volume air di tengah curah hujan tinggi.

BBWS C3 menyatakan status Bendungan Sindangheula pada posisi Limpas (Normal). Operasi bendungan dijalankan secara terkendali untuk memastikan keselamatan struktur dan aliran air tetap aman menuju hilir.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.