- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Instruksikan Pemblok...
Trump Instruksikan Pemblokadean Kapal Minyak Venezuela yang Kena Sanksi
Kamis, 18 Des 2025, 01:30 WIBWashington â Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (16/12), mengumumkan pemblokadean terhadap âkapal-kapal minyak yang dikenai sanksiâ yang menuju dan keluar dari Venezuela. Langkah ini secara tajam meningkatkan kampanye tekanannya terhadap Caracas, sembari mengajukan tuntutan baru untuk memperoleh akses terhadap minyak mentah negara tersebut.
Dikutip dari France24, AS selama berbulan-bulan telah membangun pengerahan militer besar-besaran di kawasan Karibia dengan tujuan resmi memerangi perdagangan narkoba di Amerika Latin, namun secara khusus menargetkan Venezuela.
Pemerintah Caracas memandang operasi tersebut sebagai kampanye untuk menyingkirkan pemimpin kuat berhaluan kiri Nicolas Maduro yang oleh Washington dan banyak negara dianggap sebagai presiden tidak sah serta untuk âmencuriâ minyak Venezuela.
Ketegangan terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir seiring Trump memberi sinyal niat melancarkan aksi militer di dalam wilayah Venezuela. Ia secara mengancam menyatakan bahwa wilayah udara negara itu harus dianggap âditutupâ dan bahwa upaya menghentikan perdagangan narkoba âdi daratâ akan segera dimulai.
Pekan lalu, AS membuka front baru dalam kampanye tersebut dengan menyita sebuah kapal tanker minyak yang berangkat dari Venezuela serta mengumumkan sanksi terhadap sejumlah kapal dan perusahaan lain yang terkait dengan industri minyak Venezuela.
âHari ini, saya memerintahkan PEMBLOKADE TOTAL DAN MENYELURUH terhadap SEMUA KAPAL TANKER MINYAK YANG DIKENAI SANKSI yang masuk ke dan keluar dari Venezuela,â tulis Trump pada Selasa malam di platform Truth Social miliknya.
Merujuk pada banyaknya kekuatan Angkatan Laut dan Marinir yang dikerahkan di Karibia termasuk kapal induk terbesar di dunia, Trump memperingatkan bahwa âVenezuela sepenuhnya dikepung oleh armada terbesar yang pernah dihimpun dalam sejarah Amerika Selatan.â
Minyak yang Dicuri
Dengan perekonomian Venezuela yang sangat bergantung pada ekspor minyak mentah, langkah untuk melumpuhkan sektor minyaknya ini diperkirakan akan semakin meningkatkan tekanan terhadap Maduro.
Namun pada Selasa, Trump juga menyinggung tujuan lain yakni mengembalikan akses AS terhadap produksi minyak Venezuela.
Armada AS âhanya akan semakin besar,â kata Trump, sampai Venezuela mengembalikan âkepada Amerika Serikat seluruh Minyak, Tanah, dan aset-aset lain yang sebelumnya mereka curi dari kami.â
Trump tidak merinci minyak atau lahan apa yang dimaksud, tetapi Venezuela pada 1970-an menasionalisasi industri minyaknya. Kemudian, di bawah pendahulu Maduro, Hugo Chavez, perusahaan-perusahaan dipaksa menyerahkan kendali mayoritas kepada perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA.
Seorang juru bicara perusahaan AS Chevron yang masih beroperasi di Venezuela berdasarkan pengecualian sanksi khusus mengatakan pada Selasa bahwa operasinya âterus berjalan tanpa gangguan dan sepenuhnya mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku bagi bisnisnya.â
Pemerintah Caracas mengecam pengumuman Trump pada Selasa, dengan mengatakan ia bertujuan âmencuri kekayaan yang menjadi milik tanah air kami.â
Venezuela selama bertahun-tahun telah mengakali sanksi minyak AS dengan menjual minyak mentahnya dengan harga diskon di pasar gelap, terutama ke Tiongkok.
Venezuela diperkirakan memiliki cadangan minyak sekitar 303 miliar barel, menurut Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) lebih banyak dibandingkan negara mana pun.
âJika tidak ada ekspor minyak, hal itu akan berdampak pada pasar valuta asing dan impor negara⦠Bisa terjadi krisis ekonomi,â kata Elias Ferrer dari Orinoco Research, sebuah perusahaan penasihat di Venezuela, kepada AFP.
Pentagon membela operasinya yang dijuluki âTombak Selatanâ dengan menyatakan bahwa operasi tersebut menargetkan kartel narkoba yang ditetapkan pada masa pemerintahan Trump sebagai organisasi teroris asing.
- Kebijakan AS
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
IHSG Hari Ini Melemah Usai Pidato Presiden, Saham Basic Materials Jadi Beban
-
AS Bentuk Blok Dagang Mineral Kritis, Dorong Aliansi Global untuk Lepaskan Ketergantungan dari Dominasi China
-
Pasar Modal Rawan Kejahatan Korporasi, KPK Singgung Peran Sekuritas dan Oknum Internal.
-
APBN Harus Dijaga di Tengah Gejolak Global
-
Menyamar Jadi Penjual Buah, 8 Terduga Teroris Jaringan ISIS Diciduk Densus 88 di Sulteng
-
Usulan untuk Meeningkatan Status Lima Cagar Budaya di Sumut
-
PSN Surabaya Waterfront Gaspol! KKP Evaluasi Izin Laut Biar Investasi Lancar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.