Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Bandung Tunggu Hasil Uji Beban Sebelum Bongkar Teras Cihampelas

📅 Selasa, 16 Des 2025, 16:00 WIB | Oleh:
Pemkot Bandung Tunggu Hasil Uji Beban Sebelum Bongkar Teras Cihampelas Doc: ANTARA/Rubby Jovan
Ket. Situasi di area Teras Cihampelas tahap dua di Kota Bandung, Jawa Barat.

Kota Bandung -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, masih menunggu hasil uji beban (loading test) sebelum memutuskan membongkar Teras Cihampelas tahap dua yang membentang sepanjang 250 meter ke arah jembatan layang Pasupati.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan hasil uji beban nantinya akan menjadi dasar utama untuk memastikan kondisi struktur bangunan secara teknis dan hukum sebelum pengambilan keputusan untuk melakukan pembongkaran

“Kalau memang ternyata hasil loading test resmi itu menunjukkan hasil yang kurang dari 100 persen, maka saya punya alasan untuk membongkar,” kata Farhan di Bandung, Selasa.

Farhan mengungkapkan hingga saat ini Teras Cihampelas tidak memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) maupun Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Menurutnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyatakan Teras Cihampelas merupakan bangunan, bukan jalan atau jembatan, sehingga wajib memiliki PBG dan SLF.

“Tidak ada PBG-nya, tidak ada Sertifikat Laik Fungsi-nya. Jadi memang secara aturan harus dibongkar,” ujar Farhan.

Namun demikian ia menyebutkan pembongkaran tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa, karena masih perlu kajian teknis lebih lanjut, termasuk menentukan bagian mana yang harus dibongkar.

“Kalau mau menyatakan bongkar, pertanyaannya apanya yang dibongkar. Secara teknis tentu nanti ditentukan oleh ahli,” katanya.

Farhan menegaskan apabila pembongkaran dilakukan, maka Pemkot Bandung yang akan bertanggung jawab melaksanakannya.

Namun sebelum itu hasil kajian teknis akan diajukan terlebih dahulu kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk memastikan aspek legal pembongkaran.

“Kita lagi penelitian dulu. Kalau penelitiannya sah, benar, bisa diakui secara hukum, kita ajukan kepada DJKN, apakah boleh dibongkar atau tidak,” kata Farhan.

Lebih lanjut ia mengungkapkan Teras Cihampelas tahap dua telah ditutup sejak akhir Maret yang saat ini tidak lagi boleh diakses masyarakat.

Farhan menambahkan penutupan dilakukan setelah ia merasakan langsung getaran atau goyangan pada struktur saat kegiatan yang dihadiri ratusan orang.

“Meski ditutup, perawatan tetap ada. Karena kalau tidak ada perawatan, nanti kalau rusak, jatuh, kena orang, rusak,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pelaksanaan program penghapusan bentor

13 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.