- Home
-
- Megapolitan
-
- MRT Jakarta Pasang Drop Bo...
MRT Jakarta Pasang Drop Box Pakaian Bekas di Stasiun, Baju Lama Kini Punya Hidup Kedua
Selasa, 16 Des 2025, 18:15 WIBJAKARTA - PT MRT Jakarta menghadirkan inovasi ramah lingkungan dengan menyediakan drop box donasi pakaian bekas di sejumlah stasiun. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mengurangi limbah tekstil sekaligus menekan emisi karbon di wilayah perkotaan.
Program drop box pakaian bekas ini mulai diimplementasikan di empat stasiun MRT Jakarta. Inisiatif tersebut menyasar masyarakat pengguna transportasi publik agar lebih mudah menyalurkan pakaian tak terpakai secara bertanggung jawab.
Empat stasiun yang telah dilengkapi drop box donasi pakaian bekas yakni Stasiun Lebak Bulus dan Stasiun Bundaran HI yang berada di ujung lintasan operasional. Selain itu, drop box juga tersedia di Stasiun Blok M dan Stasiun Bendungan Hilir.
Dari keempat lokasi tersebut, drop box yang berada di area lobi stasiun hanya tersedia di Stasiun Blok M. Sementara itu, untuk mengakses drop box di Stasiun Lebak Bulus, Bundaran HI, dan Bendungan Hilir, pengunjung tidak perlu melakukan tap in atau masuk area berbayar.
Secara visual, drop box pakaian bekas ini mudah dikenali. Kotak berwarna putih dengan sentuhan corak warna-warni tersebut dibuat dari bahan plastik daur ulang.
Bagian tengah drop box dilengkapi kaca transparan yang memperlihatkan tumpukan pakaian yang telah terkumpul. Di bagian atas, terdapat lubang berukuran besar yang memudahkan masyarakat memasukkan pakaian bekas.
Drop box diletakkan di area strategis stasiun, tepat di atas penanda arah keberangkatan. Penempatan ini sengaja dipilih agar mudah terlihat dan diakses oleh penumpang maupun pengunjung stasiun.
Program pengumpulan pakaian bekas ini merupakan bagian dari inisiatif bertajuk Menjahit Perjalanan. Program tersebut dijalankan MRT Jakarta bekerja sama dengan Yayasan Teman Hebat Berkarya yang melibatkan penyandang disabilitas.
Melalui kerja sama ini, pakaian bekas yang terkumpul tidak langsung menjadi limbah. Seluruh pakaian akan diolah kembali melalui proses upcycle menjadi produk baru yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Penyandang disabilitas yang tergabung dalam Yayasan Teman Hebat Berkarya menjadi pelaku utama dalam proses pengolahan tersebut. Mereka mengolah pakaian bekas menjadi beragam produk kreatif yang siap digunakan kembali.
Produk hasil upcycle mencakup berbagai kebutuhan sehari-hari. Mulai dari tas, sepatu, gantungan kunci, card holder, hingga pouch yang dibuat dari material pakaian bekas.
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, menegaskan bahwa program ini tidak hanya menyasar pakaian bekas dari masyarakat. Seragam bekas pegawai MRT Jakarta juga menjadi bagian dari bahan baku daur ulang.
"Kami menghidupkan kembali seragam bekas milik karyawan dan pakaian bekas milik masyarakat menjadi berbagai macam produk seperti tas sepatu, gantungan kunci, card holder, dan pouch," ujar Tuhiyat dalam keterangannya, Selasa (16/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa pendekatan upcycle dipilih sebagai solusi konkret untuk menekan dampak lingkungan dari limbah tekstil. Selain mengurangi volume sampah, program ini juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon.
Melalui program Menjahit Perjalanan, MRT Jakarta menargetkan pengurangan emisi karbon lebih dari 10 ton CO2 per tahun. Angka tersebut dihitung dari potensi limbah tekstil yang berhasil dialihkan dari tempat pembuangan akhir.
Inisiatif ini juga sejalan dengan prinsip transportasi berkelanjutan yang diusung MRT Jakarta. Tidak hanya menyediakan moda transportasi rendah emisi, perusahaan juga mendorong gaya hidup ramah lingkungan bagi penggunanya.
Kehadiran drop box pakaian bekas di stasiun MRT dinilai mempermudah partisipasi publik. Masyarakat tidak perlu mencari lokasi khusus untuk mendonasikan pakaian, cukup memanfaatkan perjalanan harian menggunakan MRT.
Program ini sekaligus menghadirkan dampak sosial yang nyata. Penyandang disabilitas mendapatkan ruang berkarya, kesempatan kerja, serta penguatan keterampilan melalui proses produksi produk upcycle.
MRT Jakarta berharap partisipasi masyarakat terus meningkat seiring bertambahnya kesadaran terhadap isu lingkungan. Donasi pakaian bekas yang konsisten diyakini mampu menciptakan siklus ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
Ke depan, MRT Jakarta membuka peluang untuk memperluas lokasi drop box di lebih banyak stasiun. Upaya ini ditujukan agar manfaat lingkungan dan sosial dari program Menjahit Perjalanan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Jakarta.
- MRT
- Daur Ulang
- PT MRT Jakarta
- Pakaian Bekas
- MRT Jakarta
- Emisi Karbon
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Ditpolairud Polda Kepri Dirikan Posko Bantuan SAR Amankan Nataru
-
BNPB: Intensitas Hujan yang Tinggi dan Talud Rusak Memperparah Banjir di Klaten
-
Rekomendasi Drakor tentang Pertukaran Jiwa yang Bisa Ditonton Saat Libur Akhir Tahun
-
Prambanan Shiva Festival Angkat Spiritualitas dan Wisata Religi
-
BSI pegang hak penamaan stasiun MRT Lebak Bulus
-
Perkuat Pertahanan Arktik, Pasukan Denmark Bertolak ke Greenland
-
Komitmen pada Keberlanjutan Lingkungan, Tugu Insurance Menggelar Program Tugu Green Journey
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.