Ini yang Dilakukan Bulog Bali untuk Memastikan Harga Penjualan Sesuai HET
Sabtu, 08 Agu 2026, 07:50 WIBDENPASAR - Perum Bulog Bali melakukan inspeksi ke sejumlah ritel modern untuk memastikan penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah.
âMonitoring bertujuan memastikan beras Bulog tersedia di rak penjualan serta dipasarkan sesuai dengan ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah, yaitu HET beras premium Punokawan sebesar Rp14.900 per kilogram dan beras SPHP sebesar Rp12.500 per kilogram,â kata Kepala Bulog Bali Simon Melkisedek Lakapu.
Simon dalam keterangan di Denpasar, Sabtu, menyampaikan pemantauan dilakukan di sebagian ritel modern di Denpasar, sejauh ini mereka dinyatakan sudah menjual sesuai aturan.
Selain untuk memastikan ritel modern yang didistribusikan beras SPHP menjual dengan harga yang ditentukan, sidak ini juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan beras bagi masyarakat melalui perluasan distribusi beras di Bali.
Langkah ini dilakukan untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam memperoleh beras berkualitas dengan harga yang terjangkau, sekaligus mendukung stabilitas pasokan dan harga beras di wilayah Bali.
Terkait stok, Bulog Bali meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaannya, sebab saat ini posisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikuasai Bulog Bali mencapai 12.150 ton, dengan proyeksi ketahanan stok yang mencukupi kebutuhan masyarakat selama kurang lebih 10 bulan ke depan.
âUntuk semakin memudahkan masyarakat memperoleh beras berkualitas, Bulog Bali menghadirkan beras premium dan beras medium SPHP di berbagai jaringan ritel moderen yang tersebar di Bali, kehadiran produk-produk tersebut diharapkan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah,â ujarnya.
Simon memastikan akan terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah, pengelola ritel modern, pelaku usaha pangan, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan distribusi beras berjalan lancar.
Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras, sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan secara mudah, merata, dan berkelanjutan.
Sepanjang tahun 2026, Bulog Bali mencatat telah menyalurkan 850 ton beras premium dan serta sekitar 300 ton beras SPHP ke berbagai jaringan ritel modern, baik skala nasional maupun lokal di Provinsi Bali.
âMelalui penguatan distribusi ke jaringan ritel modern, Bulog Bali optimistis ketersediaan beras di masyarakat akan tetap terjaga, akses masyarakat terhadap pangan semakin mudah, serta stabilitas harga beras di Provinsi Bali dapat terus dipertahankan,â katanya pula.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Tinjau Gudang di Jayapura, Dirut Bulog Jamin Kualitas Beras Aman dan Stok Terjaga di Indonesia Timur
-
Efek Margin Baru 7 Persen, Bulog Prediksi Raup Laba Rp1,14 T
-
Bunga Pinjaman Bulog Dipangkas! Dari 8 Jadi 5 Persen, Ini Dampaknya ke Harga Beras
-
Gudang Penuh! Bulog Minta Penggilingan Jaga Kualitas Beras
-
Geopark Kutim Dibangun dengan Pilar 3P, Kejar Wisata yang Ramah Alam dan Menguntungkan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.