DLH DKI Siapkan Truk Compactor Tertutup, Operasional RDF Rorotan Diperketat

Selasa, 16 Des 2025, 20:15 WIB

JAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memperkuat kesiapan operasional Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara, dengan meluncurkan armada truk compactor tertutup pengangkut sampah. Langkah ini menjadi penegasan keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menjaga standar pengangkutan sampah agar lebih tertib dan ramah lingkungan.

Peluncuran armada tertutup ini ditujukan untuk meminimalkan dampak negatif pengangkutan sampah di kawasan perkotaan, termasuk mencegah sampah tercecer dan bau selama perjalanan. DLH DKI menilai sistem pengangkutan yang baik merupakan kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah berbasis RDF.

Ket. Foto: — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menegaskan bahwa pengolahan sampah tidak hanya berbicara soal fasilitas di lokasi RDF. Menurutnya, proses pengangkutan dari sumber sampah ke fasilitas pengolahan menjadi faktor krusial yang harus dipastikan kualitasnya.

"Pengolahan sampah tidak hanya soal fasilitas di dalam area, tetapi juga bagaimana sampah diangkut dari sumbernya," ujar Asep di Jakarta, Selasa (16/12). 

Ia menambahkan seluruh armada harus memenuhi standar tinggi agar tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

Untuk mendukung operasional RDF Plant Rorotan, DLH DKI telah menyiapkan 51 unit truk compactor baru hasil pengadaan Tahun Anggaran 2025. Armada tersebut melengkapi 97 unit truk compactor yang lebih dulu dioperasikan dari pengadaan Tahun Anggaran 2024.

Dengan tambahan tersebut, total truk compactor khusus RDF Rorotan kini mencapai 148 unit. Seluruh kendaraan tersebut merupakan armada baru dengan spesifikasi khusus untuk mendukung sistem pengolahan sampah berbasis RDF secara berkelanjutan.

"Seluruh truk yang beroperasi menuju RDF Rorotan merupakan kendaraan baru dengan spesifikasi khusus," kata Asep. Armada tersebut disiapkan agar mampu bekerja secara stabil dan konsisten dalam mendukung operasional fasilitas RDF.

DLH DKI juga menetapkan wilayah suplai sampah yang terukur untuk RDF Plant Rorotan. Sampah yang diangkut berasal dari 16 kecamatan di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara.

Penetapan zonasi tersebut bertujuan memperpendek jarak tempuh pengangkutan sampah. Selain meningkatkan efisiensi waktu dan biaya operasional, kebijakan ini juga diharapkan mengurangi beban lalu lintas di Jakarta.

"Kami mengatur zonasi pengangkutan agar jarak tempuh lebih pendek dan lebih efisien," ujar Asep.

Armada compactor yang digunakan dilengkapi bak tertutup sebagai standar utama pengangkutan. Sistem ini dirancang untuk mencegah sampah tercecer serta mengurangi gangguan bau yang kerap dikeluhkan masyarakat.

"Bak tertutup merupakan kunci dalam menjaga kenyamanan warga," kata Asep. Ia menegaskan aspek ini bukan sekadar teknis, tetapi juga bagian dari komitmen pelayanan publik yang lebih baik.

Selain bak tertutup, setiap truk compactor juga dilengkapi sistem pemadatan sampah. Teknologi ini memungkinkan kapasitas angkut menjadi lebih besar sehingga jumlah ritasi pengangkutan dapat ditekan.

Armada tersebut juga memiliki tampungan air lindi untuk mencegah kebocoran cairan sampah. Fitur ini dinilai penting untuk mencegah pencemaran jalan dan lingkungan sekitar selama proses pengangkutan.

"Pemadatan dan tampungan air lindi adalah aspek teknis yang sangat penting," ujar Asep. 

Asep menegaskan kesiapan armada tertutup merupakan bagian tak terpisahkan dari ekosistem RDF Plant Rorotan secara keseluruhan. Armada compactor disebut sebagai wajah pertama sistem RDF yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

"Dengan standar yang kami terapkan, operasional RDF diharapkan berjalan stabil, efisien, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi Jakarta," pungkas Asep.

Ia optimistis modernisasi armada ini akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem pengelolaan sampah Jakarta.

Penguatan armada pengangkutan ini berjalan seiring dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli (PJB) produk RDF antara Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST) DLH DKI Jakarta dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Kerja sama tersebut memastikan hasil pengolahan RDF Rorotan dapat terserap oleh industri secara berkelanjutan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.