Janice Tjen Masuk Angkatan Emas Tenis Dunia 2025

Senin, 15 Des 2025, 05:20 WIB

JAKARTA - Nama Janice Tjen kini berdiri di posisi depan generasi baru tenis dunia. Petenis Indonesia berusia 23 tahun itu resmi terpilih sebagai bagian dari “Angkatan 2025” Federasi Tenis Internasional (ITF). Ini sebuah penghargaan tahunan bagi talenta paling menjanjikan yang dinilai siap menembus level elite.

Pencapaian ini menegaskan lonjakan prestasi Janice Tjen sekaligus menempatkannya sejajar dengan empat prospek muda internasional lainnya.

Ket. Foto: Janice Tjen — Sumber: ANTARA/Nova Wahyudi

Panel ITF menetapkan Janicebersama Victoria Mboko (Kanada), Lilli Tagger (Austria), Arnaud Bailly (Belgia), dan Luka Mikrut (Kroasia). Ini berdasarkan performa mereka sepanjang musim di ITF World Tennis Tour.

Namun sorotan khusus mengarah ke Janice, yang mencatatkan musim luar biasa dan sarat momen bersejarah bagi tenis Indonesia. Janicetampil dominan dengan meraih lima gelar ITF World Tennis Tour secara beruntun. Ini sebuah rangkaian yang disertai rekor impresif 27 kemenangan berturut-turut.

Konsistensi itu menjadi fondasi kepercayaan dirinya menembus panggung terbesar. Di US Open, Janicemencetak sejarah sebagai petenis Indonesia pertama yang tampil di babak utama Grand Slam sejak 2004. Dia bahkan langsung membuat kejutan dengan menyingkirkan unggulan ke-24, Veronika Kudermetova. Ini sebuah kemenangan yang menggema luas dan mengangkat profilnya di tur internasional.

Puncak lain musim ini datang pada bulan November, saat Janice mengoleksi gelar pertamanya di Tur WTA. Trofi tersebut menjadi penanda transisi mulus dari dominasi level ITF menuju persaingan elit, sekaligus bukti kematangan permainan dan mental bertandingnya.

Selain Janice,Mboko, pemain asal Kanada berusia 19 tahun, membuka tahun dengan empat gelar ITF berturut-turut, lalu melesat dengan menjuarai turnamen WTA 1000 di Montreal dan mencapai babak ketiga Prancis Open. Lilli Tagger, 17 tahun, mencuri perhatian sebagai finalis termuda di level Tur WTA musim ini setelah melaju ke final Jiujiang, Tiongkok, lewat jalur wild card.

Arnaud Bailly mencatatkan rekor 60 kemenangan dan 19 kekalahan, mencapai sembilan final, serta melonjak drastis dari peringkat 802 ke ambang 200 besar dunia. Sementara Luka Mikrut tampil efisien dengan empat gelar ITF pada bulan Maret dan April tanpa kehilangan satu set pun.

  • Janice Tjen

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.