Serangan Russia Bikin Ukraina Gelap Gulita, Ratusan Ribu Warga Kehilangan Listrik

Minggu, 14 Des 2025, 18:30 WIB

JAKARTA - Ratusan ribu warga Ukraina dilaporkan kehilangan aliran listrik setelah serangan udara terbaru yang dilancarkan Russia menghantam infrastruktur energi di berbagai wilayah. Serangan ini memperparah kondisi kemanusiaan di tengah suhu dingin dan sistem kelistrikan yang sudah rapuh sejak awal perang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa serangan tersebut menargetkan fasilitas vital yang menopang kehidupan sehari-hari masyarakat. Ia menilai langkah ini sebagai bagian dari strategi Russia untuk menekan warga sipil melalui kehancuran infrastruktur dasar.

Ket. Foto: Pemandangan kota Odesa bagian selatan, di mana beberapa lingkungan mengalami pemadaman listrik, pada tanggal 13 Desember 2025. — Sumber: ABC News

"Russia secara sadar menyerang apa yang menopang kehidupan normal warga sipil," kata Zelenskyy dalam pernyataan resminya. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap jaringan listrik bukan sekadar taktik militer, tetapi bentuk teror terhadap penduduk.

Menurut otoritas energi Ukraina, serangan tersebut menyebabkan pemadaman luas di sejumlah wilayah, termasuk kota-kota besar dan kawasan industri. Tim teknisi dikerahkan untuk melakukan perbaikan darurat, namun akses terbatas dan risiko serangan lanjutan memperlambat pemulihan.

Pemerintah Ukraina menyebut bahwa sistem pertahanan udara berhasil menembak jatuh sebagian rudal dan drone, tetapi jumlah serangan yang masuk tetap cukup untuk menimbulkan kerusakan signifikan. Infrastruktur energi yang menjadi sasaran mencakup pembangkit listrik dan gardu distribusi.

"Musuh berusaha membuat kami hidup dalam kegelapan dan dingin," ujar seorang pejabat energi Ukraina. Ia menambahkan bahwa sistem kelistrikan negara kini bekerja di bawah tekanan ekstrem.

Serangan terhadap sektor energi telah menjadi pola berulang sejak konflik bersenjata pecah. Setiap gelombang serangan baru memperpanjang waktu pemulihan dan meningkatkan risiko krisis kemanusiaan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

Warga di beberapa wilayah melaporkan pemadaman total selama berjam-jam, bahkan hingga berhari-hari. Banyak rumah bergantung pada generator darurat atau pemanas alternatif untuk bertahan dari suhu rendah.

Organisasi kemanusiaan internasional menyatakan keprihatinan mendalam atas dampak serangan ini terhadap warga sipil. Mereka menilai bahwa kerusakan infrastruktur energi berpotensi memicu krisis kesehatan dan memperburuk kondisi pengungsian internal.

Di sisi lain, militer Ukraine menyatakan bahwa mereka terus memperkuat pertahanan udara untuk melindungi fasilitas vital. Pemerintah juga mendesak mitra internasional agar mempercepat bantuan sistem pertahanan tambahan.

Zelenskyy kembali menyerukan dukungan global yang lebih kuat, khususnya dalam bentuk perlindungan infrastruktur kritis. Ia menegaskan bahwa ketahanan energi kini menjadi garis depan baru dalam perang melawan Russia.

Serangan terbaru ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang belum menunjukkan hasil konkret. Situasi tersebut membuat warga Ukraina kembali menghadapi ketidakpastian di tengah konflik yang tak kunjung usai.

Para analis militer menilai bahwa strategi menghantam sektor energi bertujuan melemahkan moral publik dan menekan pemerintah Ukraina dari dalam. Mereka menyebut pendekatan ini sebagai bagian dari perang jangka panjang yang mengandalkan kelelahan sosial.

Meski menghadapi tekanan berat, pemerintah Ukraina menegaskan bahwa pemulihan akan terus dilakukan secepat mungkin. Mereka menyatakan tidak akan menyerah meski jaringan listrik terus menjadi sasaran serangan.

Kondisi ini kembali menempatkan krisis Ukraina dalam sorotan internasional, terutama soal perlindungan warga sipil. Banyak pihak menilai bahwa serangan terhadap infrastruktur energi memperjelas dampak perang yang melampaui medan tempur.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.