Peluncuran KA Jaka Lalana Jakarta-Cianjur Ditunda, KAI Fokus Tangani Jalur Terdampak Bencana Sumatera

Minggu, 14 Des 2025, 18:05 WIB

JAKARTA - Pengoperasian perdana Kereta Wisata Jaka Lalana dengan rute Jakarta-Cianjur resmi ditunda sementara oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Penundaan dilakukan karena perusahaan masih memfokuskan sumber daya pada penanganan jalur perkeretaapian di Sumatera yang terdampak banjir dan longsor.

Kereta wisata yang sebelumnya dijadwalkan mulai beroperasi pada Minggu, 14 Desember 2025, belum dapat dijalankan hingga waktu yang belum ditentukan. KAI menilai keselamatan dan pemulihan jalur di wilayah terdampak bencana menjadi prioritas utama saat ini.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Manager Humas Daop 2 Bandung, Kuswardoyo, menjelaskan keputusan penundaan tersebut telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, fokus penanganan pascabencana di Sumatera telah disepakati bersama agar operasional kereta tetap aman dan optimal.

"Pengoperasiannya ditunda sementara sampai waktu yang belum ditentukan. Kami masih fokus penanganan pascabencana di Sumatera dan hal ini sudah kami sampaikan ke Gubernur Jawa Barat," ujar Kuswardoyo.

Ia menegaskan, setelah penanganan jalur perkeretaapian di Sumatera rampung, Kereta Wisata Jaka Lalana akan langsung dioperasikan sesuai rencana. Informasi terkait jadwal terbaru akan diumumkan kepada masyarakat secepatnya.

Kereta Wisata Jaka Lalana dirancang melayani perjalanan wisata dengan singgah di 17 stasiun. Rutenya dimulai dari Cawang, Pasar Minggu, Depok, Citayam, Bogor, dan Bogor Paledang, sebelum memasuki jalur selatan menuju Sukabumi hingga Cianjur.

Di sepanjang jalur selatan, kereta akan berhenti di sejumlah stasiun seperti Cicurug, Cibadak, Cisaat, Sukabumi, Lampegan, hingga Cianjur. Jalur ini dikenal memiliki pemandangan alam sekaligus nilai sejarah yang kuat.

Kuswardoyo menjelaskan, kereta wisata ini terdiri dari lima rangkaian yang meliputi lokomotif, gerbong penumpang eksklusif, serta gerbong makan. Konsep tersebut ditujukan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang nyaman sekaligus edukatif.

Tak hanya itu, KAI juga menyiapkan pemandu wisata selama perjalanan. Petugas akan menjelaskan sejarah dan cerita menarik dari lokasi-lokasi yang dilalui kereta.

"Salah satu daya tarik utama adalah Stasiun Lampegan dan Terowongan Lampegan di Cianjur. Sepanjang perjalanan, penumpang akan mendapatkan penjelasan dari petugas kami," kata Kuswardoyo.

Pada tahap awal, Kereta Wisata Jaka Lalana direncanakan hanya beroperasi pada akhir pekan. Namun, KAI membuka peluang pengoperasian setiap hari jika minat masyarakat tergolong tinggi.

"Rencana awalnya setiap Sabtu dan Minggu, tetapi tidak menutup kemungkinan nantinya beroperasi setiap hari," ujarnya.

Kehadiran Kereta Wisata Jaka Lalana juga diharapkan mampu mendongkrak pariwisata daerah, khususnya di Kabupaten Cianjur. Pemerintah Kabupaten Cianjur bahkan telah menyiapkan berbagai paket wisata untuk mendukung operasional kereta tersebut.

Kuswardoyo menyebut, penumpang dapat turun atau singgah di stasiun-stasiun yang dilalui kereta untuk melanjutkan wisata ke destinasi terdekat. Skema ini memberi fleksibilitas bagi wisatawan untuk menikmati perjalanan dan tujuan wisata sekaligus.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur, Ayi Reza Addairobi, mengatakan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan berbagai pelaku jasa wisata sejak wacana kereta wisata ini muncul. Sejumlah paket wisata telah disiapkan agar potensi kunjungan bisa dimaksimalkan.

Menurut Ayi, wisatawan yang turun di Stasiun Lampegan dapat memilih paket wisata ke Situs Megalitikum Gunung Padang dan Curug Cikondang. Sementara di wilayah perkotaan, tersedia paket wisata ke Bumi Ageung, Alun-alun Cianjur, Bojongmeron Citywalk, dan Kampung Pandanwangi.

Ia berharap kehadiran Kereta Wisata Jaka Lalana nantinya benar-benar menjadi pengungkit sektor pariwisata daerah. Sinergi antara KAI dan pemerintah daerah dinilai penting untuk meningkatkan kunjungan wisata secara berkelanjutan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.