Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

835 Ribu Kubik Lumpur Dikeruk SDA DKI Antisipasi Penanganan Banjir

📅 Minggu, 14 Des 2025, 19:37 WIB | Oleh:
835 Ribu Kubik Lumpur Dikeruk SDA DKI Antisipasi Penanganan Banjir Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Petugas mengeruk sampah di sekitar rumah pompa Green Garden Jakarta, Kedoya Utara, Jakarta Barat, 6 November 2024.

JAKARTA - Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta sudah mengeruk sekitar 835 ribu kubik sedimen dan lumpur di waduk, sungai, situ hingga embung di berbagai lokasi di Jakarta sebagai bagian dari upaya memaksimalkan penanganan banjir.

"Sampai dengan saat ini (per 12 Desember 2025), kami sudah keruk kurang lebih 835 ribu m3 pengerukan baik itu sekali lagi di sungai, di saluran, di waduk, maupun di saluran-saluran mikro," ujar Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta, Nugraharyadi.

Hal itu disampaikan dalam siniar terkait "Upaya Mitigasi Supaya Curah Hujan Tinggi Teratasi" yang dipantau di Jakarta, Minggu (14/12).

Embung, situ maupun embung berfungsi menahan air hujan sekaligus tampungan sementara. Beberapa di antaranya telah direvitalisasi antara lain Waduk Aseni di Jakarta Barat, Waduk Giri Kencana di Jakarta Timur, serta Embung Lapangan Merah di Jakarta Selatan.

Lalu, untuk mengoptimalkan kapasitas penampungan air, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga menyiapkan polder.

"Polder yang sudah terbangun ada 52 polder, targetnya ada 70 polder yang akan kami bangun nanti," katanya.

Selain pengerukan lumpur, Dinas SDA DKI Jakarta juga menyiagakan pompa-pompa banjir, baik permanen (stasioner) maupun pompa-pompa bergerak (mobile) di berbagai wilayah, khususnya di lokasi-lokasi rawan genangan.

Saat ini terdapat 612 unit pompa permanen yang tersebar di 211 rumah pompa serta sekitar 590 pompa bergerak serta 260 alat berat untuk mengeruk lumpur.

Merujuk pemetaan yang sudah dilakukan, kurang lebih terdapat sekitar 261 titik genangan di DKI Jakarta dan ini menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta.

Upaya lain yang juga dilakukan untuk mengurangi risiko banjir di Jakarta, yakni normalisasi Sungai Ciliwung dengan target untuk total sepanjang 33,69 kilometer (km).

"Kami sudah merealisasikan 17,14 km, sisa yang belum dinormalisasi itu kurang lebih 16,55 kilometer. Kami segerakan untuk pembebasan tanahnya," kata dia.

Hal itu menjadi kewenangan dari Pemprov DKI dalam hal ini Dinas SDA, sementara pembangunan fisiknya untuk normalisasi (kewenangan) dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.