Mahasiswa ITS Rancang Rompi Pintar untuk Lansia
Jumat, 12 Des 2025, 16:48 WIBSURABAYA - Dilatarbelakangi oleh perhatian terhadap keselamatan lansia di tengah fase aging population, tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan inovasi rompi pintar berbasis Internet of Things (IoT) dan Deep Learning bertajuk SAFE (Smart Assistive Fail-detection Equipment). Inovasi ini dirancang untuk mendeteksi risiko jatuh, mengenali rintangan berbahaya, serta memantau aktivitas harian lansia secara real-time.Â
Dengan pendekatan berbasis teknologi, SAFE hadir sebagai solusi proteksi lansia yang adaptif terhadap tantangan mobilitas dan minimnya rasio pendamping (caregiver). Rompi pintar ini dikembangkan oleh tim mahasiswa Departemen Teknik Biomedik ITS. Yakni Faris Akbar, Ahmad Farhat, dan Katherina Agatha yang tergabung dalam satu tim.Â
Di bawah bimbingan dosen Muhammad Adib Syamlan, tim ini merancang sistem yang mampu memberikan peringatan getar dan mengirim notifikasi GPS pada caregiver hanya dalam hitungan detik. âDari sisi teknis, sistem proteksi lansia ini terdiri atas sensor IMU, Raspberry Pi 5, GPS Neo BM, kamera, dan aktuator getar,â papar Faris Akbar, salah satu anggota tim.Â
Perangkat ini juga didukung algoritma berbasis Deep Learning untuk mendeteksi rintangan, jatuh, dan aktivitas harian secara otomatis âSAFE sangat relevan untuk pelayanan lansia dan berpotensi besar untuk meningkatkan keselamatan serta kualitas hidup,â ujar Yudha Haryono, dokter geriatri RSUD dr Soetomo turut memberikan tanggapan terkait inovasi SAFE.
Meski belum dipasarkan secara komersial, tim pengembang terus menyempurnakan fitur berdasarkan masukan dari pihak eksternal. Fokus utama saat ini adalah memperkuat perlindungan perangkat di dalam rompi dan merancang skema asuransi yang mendukung keamanan serta keberlanjutan inovasi.Â
SAFE juga telah mendapat apresiasi di tingkat nasional dengan meraih medali perak dalam ajang Gemastik, beberapa waktu lalu, pada Divisi IX kategori Piranti Cerdas, Sistem Benam, dan IoT. Prestasi ini pun memperkuat posisi inovasi mahasiswa ITS dalam menghadirkan teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Inovasi SAFE yang digagas oleh tim mahasiswa ITS ini turut berkontribusi dalam mendukung pencapaian sejumlah poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Antara lain adalah poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.Â
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
BMKG Prakirakan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Indonesia
-
Pendidikan Jadi Prioritas Utama Bantul dalam Menyiapkan Generasi Unggul
-
Diduga Jaringan Narkoba, AS Bombardir Sebuah Kapal di Pasifik Timur
-
Moody's Peringatkan Kelemahan Prediktabilitas dapat Mengikis Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Palu Mulai Terapkan Aturan Baru: ASN Harus Berangkat Pakai Transportasi Umum
-
Pemprov Jabar-TNI AL Lakukan Bersih-bersih Pantai di Sukabumi
-
Mahasiswa ITS Kembangkan Alat Pembuat Telur Asin Berbasis Sensor NIR
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.