Google Bangun Kabel Bawah Laut Baru di Papua Nuginea Lewat Kerja Sama Pertahanan Australia

Jumat, 12 Des 2025, 17:15 WIB

JAKARTA - Google bakal membangun jaringan kabel bawah laut baru di Papua Nuginea sebagai bagian dari implementasi perjanjian pertahanan Australia-Papua Nuginea yang mulai aktif tahun depan. Langkah ini disebut sebagai upaya memperkuat infrastruktur digital kawasan Pasifik yang selama ini rentan secara konektivitas dan keamanan.

Pengembangan kabel ini akan menjadi tulang punggung baru bagi akses internet di Papua Nuginea, yang selama bertahun-tahun menghadapi jaringan tak stabil. Infrastruktur tersebut juga didorong oleh kebutuhan meningkatkan keamanan komunikasi strategis antara kedua negara.

Ket. Foto: — Sumber: Reuters

Pemerintah Australia menegaskan proyek ini bukan sekadar soal akses internet, tetapi bagian dari strategi besar menjaga stabilitas regional di tengah meningkatnya kompetisi geopolitik global. Mereka menambahkan proyek tersebut juga memastikan data utama Papua Nuginea tidak bergantung pada jalur yang dianggap berisiko.

Google menyatakan pembangunan kabel akan melibatkan teknologi terbaru yang memungkinkan kapasitas data lebih besar. Perusahaan itu juga menilai Papua Nuginea membutuhkan percepatan modernisasi jaringan agar mampu mengikuti pertumbuhan digital yang cepat.

Canberra sebelumnya mengumumkan peningkatan kerja sama pertahanan dan keamanan Siber antara Australia dan Papua Nuginea. Mereka menekankan bahwa ketahanan digital merupakan elemen penting dalam membangun aliansi jangka panjang.

Sejumlah pejabat Papua Nuginea menyambut baik proyek tersebut karena dapat memperbaiki layanan telekomunikasi nasional. Mereka berharap konektivitas yang lebih kuat akan mendorong peluang ekonomi, pendidikan, hingga pemerintahan digital.

"Sektor digital harus diperkuat agar masyarakat bisa berkembang di era teknologi," ujar salah satu pejabat senior Papua Nuginea dalam pernyataannya.

Australia dan Google belum memberikan tanggal pasti kapan pembangunan dimulai, namun menyebut proses desain dan persiapan teknis sudah berjalan. Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu inisiatif kabel bawah laut paling strategis di kawasan Pasifik dalam satu dekade terakhir.

Para analis menilai langkah ini merupakan bagian dari persaingan pengaruh di Pasifik, terutama karena banyak negara mulai memperkuat jaringan digital dari luar negeri. Mereka menilai proyek ini akan memperdalam ketergantungan Papua Nuginea kepada Australia sebagai mitra utama.

Google akan bekerja sama dengan sejumlah penyedia lokal untuk memastikan proyek berjalan sesuai kebutuhan negara. Mereka menegaskan pembangunan kabel tersebut akan membawa koneksi yang lebih aman dan cepat bagi jutaan pengguna di Papua Nuginea.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.