PBB: Perdagangan Global Tembus US$35 Triliun pada 2025

Kamis, 11 Des 2025, 01:01 WIB

Jenewa - Perdagangan global pada 2025 diperkirakan melonjak melampaui 35 triliun dollar AS untuk pertama kalinya, namun prospek 2026 lebih suram, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa (9/12).

Dikutip dari The Business Times, penilaian dari badan perdagangan dan pembangunan PBB, UNCTAD, menyebut bahwa Asia Timur dan Afrika menjadi pendorong utama perdagangan global pada 2025, sementara impor AS tetap kuat dan impor Tiongkok tertinggal.

Ket. Foto: Sekjen UNCTAD Rebeca Grynspan — Sumber: AFP/Fabrice COFFRINI

Jika proyeksi saat ini bertahan, perdagangan global pada 2025 akan melampaui 35 triliun dollar AS, naik sekitar 2,2 triliun dollar AS — kira-kira tujuh persen dibandingkan tahun 2024, menurut pembaruan akhir UNCTAD tahun ini.

Dari kenaikan 2,2 triliun dollar AS tersebut, perdagangan barang menyumbang sekitar 1,5 triliun dollar AS, meningkat enam persen dari tahun lalu, sementara perdagangan jasa mencapai sekitar 750 miliar dollar AS, naik hampir sembilan persen.

“Perdagangan terus berkembang sepanjang paruh kedua 2025, meskipun ketegangan geopolitik, biaya yang lebih tinggi, dan permintaan global yang tidak merata memperlambat momentumnya,” kata badan tersebut.

UNCTAD menyebut pertumbuhan perdagangan global melambat pada kuartal ketiga 2025, namun tetap naik 2,5 persen dibandingkan periode April–Juni.

Namun, ketidakpastian mulai membentuk prospek untuk tahun depan.

“Melihat ke 2026, UNCTAD memperkirakan pertumbuhan yang lebih lemah karena aktivitas global yang melambat, meningkatnya utang, biaya perdagangan yang lebih tinggi, dan ketidakpastian yang terus berlanjut menekan kinerja,” kata lembaga tersebut.

Fragmentasi geopolitik dan meningkatnya kerentanan juga diperkirakan akan membebani aktivitas perdagangan, tambahnya.

UNCTAD menyatakan sektor manufaktur tumbuh 10 persen selama empat kuartal terakhir dibandingkan empat kuartal sebelumnya, dipimpin oleh elektronik yang terkait dengan permintaan berbasis kecerdasan buatan.

Sementara itu, perdagangan otomotif turun empat persen.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.