Gubernur Dedi Mulyadi Ingatkan Pemda Bandung Raya untuk Ubah Tata Ruang Cegah Bencana
Rabu, 10 Des 2025, 07:12 WIBSUMEDANG â Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengingatkan para pemimpin daerah di Bandung Raya untuk segera melakukan perubahan tata ruang, terkait risiko kerusakan serius lingkungan yang bisa memicu daerah itu tenggelam pada kemudian hari.Â
"Kita menyadari bahwa wilayah Bandung Raya itu rawan. Artinya, Bandung bisa saja tenggelam kalau tidak dilakukan perubahan tata ruang sejak sekarang," kata Gubernur Dedi Mulyadi di Kampus IPDN, Sumedang, Selasa (09/12).
Pihaknya juga telah meminta kepada para pemimpin daerah, baik bupati maupun wali kota, untuk menahan terlebih dahulu izin perumahan hingga evaluasi selesai.
"Izin-izin perumahan yang akan diproses dan yang sudah diberikan untuk ditunda dulu, Dilakukan evaluasi tata ruang, sehingga tidak memiliki risiko yang tinggi terhadap lingkungan ke depan," ucap Gubernur Dedi Mulyadi.
Selain itu, ia menekankan bahwa setiap izin perumahan harus memenuhi persyaratan tertentu, seperti contoh dalam peraturan daerah Kabupaten Bandung terkait penyediaan sumur atau danau kecil untuk menampung air hujan.
Gubernur Jabar itu meminta agar pihak Perusahaan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN) segera berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar proses administratif izin lokasi yang habis masa berlakunya bisa dipercepat.
Tujuannya, kata dia, agar lahan potensial tidak dikuasai sembarangan oleh pihak manapun untuk menjaga fungsi tanah tetap sesuai peruntukannya.
Ia juga menegaskan agar tanah harus tetap berfungsi sebagai hutan dan pelindung tanah, sehingga tata ruang Bandung Raya bisa terjaga dan bencana seperti banjir atau penurunan tanah bisa dicegah.
- Gubernur Jabar Dedi Mulyadi
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Isu Greenland Memanas, Menlu Tegaskan RI Tetap Non-Blok
-
Polda Papua Barat Operasikan Dapur SPPG 3T di Kampung Wamesa Kaimana
-
Pakar Energi Unpad Usulkan Indonesia Impor Minyak dari Amerika Serikat Akibat Konflik Iran-Israel
-
Messi Sedih Kehilangan Busquets dan Alba
-
Banding Ditolak ICC, Duterte Tetap Ditahan
-
Semeru Berstatus Awas, Aktivitas Penambangan Pasir di Lumajang Dihentikan
-
Hujan Tinggi hingga Maret 2026, BPBD Kaltim Perketat Kesiapsiagaan Bencana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.