BPKN Dorong Pidana Tambahan Ganti Kerugian Penipuan Wedding Organizer

Rabu, 10 Des 2025, 15:10 WIB

JAKARTA - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mendorong aparat menerapkan pidana tambahan ganti rugi bagi konsumen terdampak kasus dugaan penipuan Wedding Organizer Ayu Puspita. Dorongan tersebut disampaikan menyusul laporan puluhan pasangan yang dirugikan akibat layanan pernikahan yang tidak terealisasi sesuai perjanjian.

Sedikitnya 87 pasangan telah melapor resmi ke kepolisian sementara pendataan mandiri masyarakat memperkirakan jumlah korban melebihi 200 pasangan. Kerugian total ditaksir mencapai sekitar Rp15–16 miliar, mencakup pembayaran penuh atau sebagian biaya pernikahan yang gagal terlaksana.

Ket. Foto: Ketua Komisi Advokasi BPKN (kedua dari kiri) Fitrah Bukhari — Sumber: Istimewa

“Di lapangan, banyak pelaku usaha WO yang gagal menepati janji dengan vendor seperti dekorasi, catering, hingga MUA. Industri ini membutuhkan standardisasi nasional, termasuk mekanisme pembayaran aman, sertifikasi usaha, dan pengawasan lebih ketat,” ujar Ketua Komisi Advokasi BPKN, Fitrah Bukhari, di Jakarta, Selasa (9/12).

Pasal 63 Undang-Undang Perlindungan Konsumen membuka ruang penerapan empat pidana tambahan yang dinilai relevan untuk kasus penipuan jasa. Ketentuan tersebut meliputi penghentian kegiatan, penarikan layanan, pengumuman putusan hakim, serta kewajiban membayar ganti rugi kepada konsumen.

BPKN menilai, kasus ini mencerminkan lemahnya tata kelola industri wedding organizer yang minim standar perlindungan konsumen di tingkat nasional. Ketiadaan standar layanan, lemahnya perjanjian baku, serta kurangnya pengawasan membuat berbagai persoalan serupa terus berulang tanpa penyelesaian.

“Kami tidak hanya memantau, tetapi aktif mendorong agar setiap korban mendapatkan keadilan. Penegakan Pasal 63 bukan hanya soal menghukum pelaku, tetapi mengembalikan martabat konsumen,” ucap dia.

Penerapan pidana tambahan ganti rugi disebut akan memberikan sinyal kuat bagi para pelaku usaha untuk menghentikan praktik curang dan menyesatkan. Langkah tersebut juga diharapkan memulihkan kepercayaan publik terhadap penyelenggara jasa acara yang kerap menghadapi berbagai persoalan kualitas layanan.

BPKN menegaskan kesiapannya memberikan analisis hukum, masukan resmi, hingga pendampingan bagi korban apabila diperlukan dalam proses penegakan hukum. Lembaga tersebut menilai pemulihan hak konsumen harus menjadi bagian utama agar korban mendapatkan keadilan dan kepastian dalam penyelesaian perkara.

“Ini bukan sekedar dugaan penipuan, ini alarm keras bahwa industri ini membutuhkan standar dan pengawasan yang lebih kuat. Hak konsumen adalah martabat warga negara, dan negara wajib menjaganya,” kata dia.

BPKN menyerukan agar kasus ini menjadi momentum penting untuk memperbaiki tata kelola industri wedding organizer secara nasional demi perlindungan konsumen. Negara diminta memperkuat regulasi dan menerapkan sanksi tegas agar pelaku usaha merasa jera dan tidak lagi merugikan masyarakat di kemudian hari. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Tradisi Pasar Jajan, Kearifan Lokal Pekalongan Cermin Semangat Gotong Royong

Rantai Makanan Rusak, Harimau Terancam Masuk Permukiman dan Kehilangan Mangsa

Fantastis! Ribuan Robot Humanoid Bakal Adu Kemampuan di World Humanoid Robot Games

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

Hati-hati! Sindikat Pemalsuan Uang di Tangsel Hendak Edarkan ke Bank, Ini Modusnya

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan Layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.