- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Klaim Kebijakan Tari...
Trump Klaim Kebijakan Tarif Sebagai Alat Hentikan Perang di Dunia
Selasa, 09 Des 2025, 01:10 WIBJAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim bahwa kebijakan perdagangan dan tarif yang dia berlakukan saat ini menjadi alat untuk menghentikan peperangan di dunia.
âSaya mengakhiri delapan perang, sebagian besar karena perdagangan dan karena tarif,â kata Trump kepada wartawan saat tiba di pusat pertunjukan Kennedy Center di Washington DC, Minggu waktu setempat.
Ia berkata bahwa pendekatan tarif memberi manfaat lebih besar bagi tujuan keamanan nasional.
âKalau kita melalui jalur tarif yang lain, dan tentu saja ada pilihan ke sana, hal tersebut tak dapat memberi keamanan nasional sejati sebaik yang kita miliki saat ini,â kata Trump.
âLangkah kali ini cepat dan sangat kuat,â ujar Trump.
Merespons pertanyaan terkait apakah pemasukan dari tarif sebaiknya digunakan untuk membayar utang negara dan bukan untuk membayar dividen kepada warga. âKita akan melakukannya. Saya setuju dengan hal tersebut,â kata Presiden Trump.
âTetapi, saya pikir kita telah mendapat keuntungan begitu besar melalui tarif sehingga kita juga bisa memberi dividen kepada masyarakat berpenghasilan menengah dan juga masyarakat berpenghasilan rendah,â kata Trump.
Presiden Donald Trump diketahui sempat mengusulkan supaya pemasukan negara dari tarif perdagangan dijadikan dividen sebesar 2.000 dollar AS untuk masyarakat dalam bentuk transfer langsung.
Walau demikian, Menteri Keuangan Scott Bessent menyampaikan bahwa dividen tersebut bisa disampaikan âdalam berbagai bentukâ selain cek tunai.
Trump juga berkata melalui Truth Social bahwa sistem tarif yang berlaku saat ini jauh lebih langsung, tidak merepotkan, dan lebih cepat dibanding kebijakan lainnya.
âKecepatan, kekuatan, dan kepastian tentu saja merupakan faktor penting untuk memastikan keberhasilan pekerjaan secara berkelanjutan dan berjaya," katanya.
Sebelumnya, Trump berjanjibahwa pendapatan yang diperoleh dari kebijakan tarif dapat mendanai dividen sebesar 2.000 dollar AS untuk warga Amerika berpendapatan rendah dan menengah.
Fox News memberitakan, Presiden pertama kali mengajukan gagasan tersebut pada 9 November dan sejak itu menyarankan agar sisa dana dapat digunakan untuk membantu melunasi utang negara yang melonjak hingga 38 triliun dolar AS. Pekan lalu, Trump mengatakan warga Amerika dapat menerima cek pembayaran paling cepat tahun depan.
âKami telah menerima ratusan miliar dolar dari dana tarif. Kami akan membagikan dividen mungkin pada pertengahan tahun depan, mungkin sedikit lebih lambat dari itu,â kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
Sejak Trump mengumumkan tarif "Hari Pembebasan" pada bulan April, pendapatan tarif telah meningkat tajam dari 23,9 miliar dollar ASpada bulan Mei menjadi 28 miliar dollar ASpada bulan Juni dan 29 miliar dollar ASpada bulan Juli.Â
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Trump akan Tampil di Paspor Edisi Terbatas Ulang Tahun AS ke-250
-
Trump Ancam Naikkan Tarif Jika Inggris Tak Hapus Pajak Layanan Digital
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.