Trump Izinkan Nvidia Jual Chip AI Canggih ke Tiongkok

Selasa, 09 Des 2025, 08:41 WIB

WASHINGTON — Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Senin (8/12), ia akan mengizinkan Nvidia untuk menjual chip komputer canggih yang digunakan dalam pengembangan kecerdasan buatan kepada "pelanggan yang disetujui" di Tiongkok.

Associated Press melaporkan, ada kekhawatiran tentang mengizinkan penjualan chip komputer canggih ke Tiongkok karena dapat membantu negara tersebut bersaing lebih baik dengan AS dalam membangun kapabilitas AI, namun ada juga keinginan untuk mengembangkan ekosistem AI dengan perusahaan-perusahaan Amerika seperti produsen chip Nvidia.

Ket. Foto: President Donald Trump berbicara dengan Elon Musk and Nvidia CEO Jensen Huang dalam Forum Investasi Saudi di Kennedy Center, Washington pada 19 November 2025. — Sumber: AP

Chip yang dikenal sebagai H200, bukanlah produk Nvidia yang paling canggih. Chip-chip yang disebut Blackwell dan Rubin, bukanlah bagian dari produk yang disetujui Trump.

Trump mengatakan di media sosial bahwa ia telah memberi tahu pemimpin Tiongkok Xi Jinping tentang keputusannya dan "Presiden Xi menanggapi dengan positif!"

"Kebijakan ini akan mendukung Lapangan Kerja Amerika, memperkuat Manufaktur AS, dan menguntungkan Wajib Pajak Amerika," kata Trump dalam postingannya.

Nvidia mengatakan dalam sebuah pernyataan mereka memuji keputusan Trump, dengan mengatakan pilihan tersebut akan mendukung manufaktur dalam negeri dan dengan mengizinkan Departemen Perdagangan untuk memeriksa pelanggan komersial, mereka akan "mencapai keseimbangan yang bijaksana" pada prioritas ekonomi dan keamanan nasional.

Namun, sekelompok senator Demokrat menolak penjualan chip tersebut.

“Akses ke chip ini akan memberikan teknologi transformasional militer Tiongkok untuk membuat persenjataannya lebih mematikan, melancarkan serangan siber yang lebih efektif terhadap bisnis dan infrastruktur penting Amerika, serta memperkuat sektor ekonomi dan manufaktur mereka,” demikian pernyataan tersebut.

Kelompok tersebut terdiri dari Senator Chris Coons dari Delaware, Jeanne Shaheen dari New Hampshire, Jack Reed dari Rhode Island, Elizabeth Warren dari Massachusetts, Brian Schatz dari Hawaii, Andy Kim dari New Jersey, Michael Bennet dari Colorado, dan Elissa Slotkin dari Michigan.

Para senator mencatat, perusahaan AI Tiongkok, DeepSeek, baru-baru ini menyatakan bahwa kurangnya akses ke chip canggih rancangan Amerika merupakan tantangan terbesar mereka dalam bersaing dengan perusahaan-perusahaan AS yang bergerak di bidang AI, dengan perusahaan-perusahaan seperti OpenAI, Google, Microsoft, Anthropic, Perplexity, dan Palantir yang melakukan investasi besar dalam pengembangan teknologi tersebut.

Trump mengatakan bahwa Departemen Perdagangan sedang "menyelesaikan detail" bagi produsen cip lain seperti AMD dan Intel untuk menjual teknologi mereka ke luar negeri.

Persetujuan lisensi untuk menjual chip Nvidia H200 mencerminkan meningkatnya kekuasaan dan hubungan dekat antara pendiri dan CEO perusahaan, Jensen Huang, dengan presiden. Namun, terdapat kekhawatiran bahwa Tiongkok akan menemukan cara untuk menggunakan chip tersebut guna mengembangkan produk AI-nya sendiri dengan cara yang dapat menimbulkan risiko keamanan nasional bagi AS, sebuah perhatian utama pemerintahan Biden yang berupaya membatasi ekspor.

Nvidia memiliki kapitalisasi pasar sebesar $4,5 triliun dan pengumuman Trump tampaknya mendorong sahamnya sedikit lebih tinggi dalam perdagangan setelah jam kerja.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.