- Home
-
- Luar Negeri
-
- Paus Leo Bertemu Zelenskyy...
Paus Leo Bertemu Zelenskyy, Desak Perdamaian Permanen di Ukraina
Selasa, 09 Des 2025, 18:30 WIBJAKARTA - Paus Leo menggelar pertemuan langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Vatikan pada Senin untuk menegaskan dukungan moral bagi Ukraina serta mendorong langkah perdamaian yang tahan lama. Pertemuan ini berlangsung di tengah perang yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Zelenskyy datang membawa pesan bahwa Ukraina membutuhkan dukungan komunitas internasional untuk mempertahankan kedaulatan dan melindungi warga sipil. Sementara itu, Paus Leo menekankan pentingnya menemukan jalan damai yang realistis dan adil bagi kedua pihak.
"Kita tidak boleh berhenti berharap pada perdamaian yang permanen," ujar Paus Leo dalam pernyataannya. Ia menambahkan bahwa semua upaya diplomatik harus terus digerakkan meski kondisi di medan perang masih sulit.
Zelenskyy menyampaikan rasa terima kasih atas posisi Vatikan yang disebutnya konsisten membela nilai kemanusiaan. Ia juga menegaskan bahwa Ukraina membuka ruang bagi inisiatif yang mendorong penyelesaian konflik tanpa mengorbankan integritas wilayah negaranya.
"Kami menghargai setiap suara yang membantu menjaga kehidupan dan martabat manusia," kata Zelenskyy usai pertemuan. Ia menyebut dukungan moral dari Vatikan memiliki dampak besar bagi masyarakat yang terdampak perang.
Pertemuan dua pemimpin ini dinilai penting karena Vatikan selama ini dikenal memainkan peran jembatan dialog dalam berbagai konflik global. Paus Leo sebelumnya beberapa kali menyerukan gencatan senjata dan perlindungan terhadap warga sipil di wilayah yang terkena dampak serangan.
Para analis menilai bahwa meskipun Vatikan tidak terlibat langsung dalam negosiasi politik, posisinya sebagai pengaruh moral dunia berpotensi membuka jalur komunikasi baru. Mereka menilai pertemuan ini sebagai sinyal bahwa komunitas internasional makin mendorong penyelesaian diplomatik.
Ketegangan di Ukraina masih tinggi dengan laporan serangan baru di beberapa wilayah timur. Situasi ini membuat upaya perdamaian semakin kompleks karena kedua pihak terus mempertahankan posisi strategis masing-masing.
Dalam diskusi tersebut, Paus Leo juga membahas soal bantuan kemanusiaan yang kini menjadi kebutuhan mendesak di berbagai wilayah Ukraina. Ia menyatakan bahwa Gereja Katolik akan terus menyalurkan dukungan bagi warga yang kehilangan rumah maupun akses layanan dasar.
Zelenskyy turut menggarisbawahi bahwa perang tidak hanya menghancurkan infrastruktur, tetapi juga memukul kondisi psikologis warganya. Ia menekankan pentingnya dukungan global untuk pemulihan jangka panjang setelah konflik berakhir.
Paus Leo menyerukan agar komunitas internasional memperkuat upaya diplomasi dan menghindari retorika yang memperkeruh keadaan. Ia menilai bahwa perang hanya menciptakan penderitaan dan harus dihentikan melalui kerja sama global.
Meski pertemuan ini tidak menghasilkan kesepakatan formal, banyak pihak melihatnya sebagai langkah simbolis yang menegaskan komitmen terhadap perdamaian. Dialog yang terbuka antara Vatikan dan Ukraina disebut dapat memperkuat tekanan internasional untuk menghentikan kekerasan.
Harapan akan terciptanya stabilitas tetap menjadi tantangan besar di tengah konflik yang terus berkecamuk. Namun, dorongan kuat dari komunitas global seperti Vatikan memberikan harapan tersendiri bagi masa depan Ukraina.
- Ukraina
- Diplomasi
- konflik Russia-Ukraina
- Perang Russia-Ukraina
- Zelenskyy
- Paus Leo XIV
- perdamaian dunia
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Zelenskiy Kirim Surat Terbuka ke Putin, Usulkan Pertemuan Akhiri Perang
-
Russia Tuduh Rezim Ukraina Neo-Nazi, Situasi HAM Disebut Memburuk
-
Russia Peringatkan Para Diplomat Asing di Kyiv untuk Mengungsi Jelang Perayaan Hari Kemenangan PD II
-
Melewati Perlintasan Sebidang, Pakar Berkendara Tekankan Etika
-
Putin Mengisyaratkan Perang Ukraina akan Segera Berakhir dan Siap Bertemu Zelenskyy di Negara Ketiga
-
UB Masuk Peringkat 601-800 THE Asia University Rankings 2026
-
Dinas Keamanan Ukraina Menganggap Serangan Russia terhadap Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir sebagai Kejahatan Perang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.