Kemenperin: Melejit! Program Magang Nasional Sudah Capai 104 Ribu Pendaftar

Selasa, 09 Des 2025, 12:37 WIB

YOGYAKARTA - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Doddy Rahadi menyampaikan perkembangan program magang nasional yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto. Pada batch ke-3, kata Doddy, program ini telah mencatat lebih dari 104 ribu pendaftar.

Hal tersebut dipaparakan Doddy saat menghadiri kegiatan akademik di Akademi Teknologi Kulit (ATK) Yogyakarta, satu-satunya perguruan tinggi berbasis teknologi kulit di Asia Tenggara pada Senin (8/12).

Ket. Foto: Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi saat menghadiri kegiatan akademik di Akademi Teknologi Kulit (ATK) Yogyakarta, Senin (9/12) — Sumber: istimewa

Doddy menegaskan Kementerian Perindustrian berperan aktif menyiapkan kebutuhan tenaga kerja melalui jaringan industri binaan, termasuk kolaborasi lintas kementerian. Ketika bicara SDM industri secara keseluruhan, kata dia, target pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan industri harus bisa mengisi.

“SDM industrinya harus produktif, harus punya keterampilan, punya kapasitas yang cukup kompeten, dan juga program presiden ada vokasi going global,” kata Doddy.

Terkait program magang nasional, Doddy menjelaskan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah berdialog dengan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta pada Senin beberapa waktu lalu. Saat itu, Kementerian Perindustrian diminta terlibat dalam program magang nasional batch ke-3.

“Kita targetkan antara 20-30 ribu Pak Menteri minta tenaga kerja. Saya bilang kalau 20-30 ribu tenaga kerja, kami dari politeknik aja ada 3.000 nih. Masih beberapa yang bisa, ada 3.000 plus yang SIINAS. Akhirnya kita susun untuk batch ke-3, batch 2 Kemenperin tidak ikutan,” jelas dia.

Keesokan harinya, lanjut dia, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Ketenagakerjaan melakukan sosialisasi magang nasional. Tak disangka, Doddy mengungkapkan baru 2 hari dilakukan sosialisasi peserta program magang nasional yang mendaftar melebihi dari target pemerintah 100 ribu peserta untuk tahun 2025.

“2 hari sudah 104 ribu pendaftar. Artinya, akan dikurasi lagi tetapi target sudah tercapai dari 100 ribu peserta. Jadi waktu kita sosialisasi peningkatannya signifikan. Kita buka link zoom dan youtube-nya, kita dikasih akses coba masuk dan terdata sekian. Tetapi kita belum bisa tahu detail berapa supply dan demand untuk industri menyerap tenaga kerjanya,” ujarnya.

Menurut dia, program magang nasional ini memberikan pengalaman kerja bagi lulusan tahun pertama dan mendapatkan uang saku setara UMP di daerah masing-masing. “Ini langkah strategis untuk meningkatkan daya saing lulusan dan memperkuat ekosistem kerja industri,” kata Doddy.

Kolaborasi Pekerja Migran Terampil

Doddy menambahkan BPSDMI juga bekerja sama dengan BP2MI dalam menyiapkan pekerja migran Indonesia yang kompeten untuk pasar global. Program pelatihan difasilitasi di balai pelatihan milik Kementerian Perindustrian.

“Contoh di antaranya program pelatihan 200 welder yang disiapkan untuk bekerja di Slovakia dengan potensi penghasilan hingga Rp90 juta per bulan. Tapi kita tekankan agar uangnya tidak dihabiskan, disisihkan untuk modal usaha ketika kembali ke Indonesia,” ungkapnya.

Ia menilai pekerja migran terampil harus menjadi motor pembentuk wirausaha industri ketika kembali ke tanah air, jangan sampai mereka menjadi pengangguran.

“Ini SDM Industri, jadi sekolahnya harus bagus, guru-gurunya harus punya pengalaman yang baik, kerja sama industri harus baik, punya pengalaman industri. Saya mau dosen-dosen magang di industri,” pungkasnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.