DIY Bantu Rp3 Miliar dan Siapkan Dukungan bagi Mahasiswa Korban Banjir Sumatera
📅 Selasa, 09 Des 2025, 18:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Dok. Antara
YOGYAKARTA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menunjukkan solidaritasnya terhadap daerah terdampak bencana dengan menyalurkan bantuan senilai Rp3 miliar untuk penanganan banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan tersebut diserahkan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada perwakilan tiga provinsi itu dalam pertemuan di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa.
“Ini sebagai salah satu bantuan untuk ikut menyelesaikan masalah banjir yang ada di beberapa provinsi. Aceh, Sumatera Utara, dan di Sumatera Barat,” ujar Sultan.
Ia menjelaskan bahwa bantuan tunai ini merupakan pelengkap dari dukungan sebelumnya, termasuk pengiriman obat-obatan dan kebutuhan dasar lain untuk warga terdampak bencana.
Selain penanganan material, Sultan menegaskan bahwa Pemda DIY juga memberi perhatian khusus bagi mahasiswa asal tiga provinsi tersebut yang keluarganya terdampak banjir. Pemda sudah meminta sejumlah perguruan tinggi di Yogyakarta membantu pendataan mahasiswa terkait.
“Sekiranya ada warga yang di Sumatera ini punya anak atau apa yang jadi mahasiswa di Yogya, saya mohon bantuannya, bisa kami mendapatkan nama-nama itu,” kata Sultan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menambahkan bahwa skema bantuan biasanya berupa keringanan biaya pendidikan serta dukungan biaya hidup selama beberapa bulan, sebagaimana pernah diberikan kepada mahasiswa dari NTB dan Poso saat wilayah itu dilanda bencana. “Bantuannya kita ringankan biaya kuliah dan yang kedua untuk ‘living cost’ biasanya delapan bulan,” ujar Sultan.
Perwakilan Pemerintah Aceh, Basir Abu Bakar, menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemda DIY. Ia mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat Aceh yang masih berupaya memulihkan kondisi pascabanjir.
Meski banyak dukungan telah mengalir, Basir menuturkan situasi di lapangan belum sepenuhnya pulih, terutama di wilayah yang tetap sulit dijangkau. “Masih ada daerah-daerah yang terisolasi. Seperti di Aceh Tamiang, masih ada beberapa titik yang harus dibantu logistik pake helipad,” kata Basir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!