ATK Yogyakarta Disiapkan Jadi Pusat Keunggulan Kulit Asia Tenggara
Selasa, 09 Des 2025, 00:00 WIBYOGYAKARTA â Pemerintah menegaskan komitmennya memperkuat pendidikan vokasi industri sebagai fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) kompeten dan berdaya saing global. Penguatan vokasi dinilai krusial karena kebutuhan industri terhadap tenaga terampil terus meningkat seiring percepatan digitalisasi dan transformasi manufaktur.
Melalui kurikulum yang lebih adaptif, kemitraan langsung dengan pelaku industri, serta peningkatan fasilitas pelatihan, pendidikan vokasi diharapkan mampu menjembatani kesenjangan keterampilan yang selama ini menjadi hambatan produktivitas. Langkah ini bukan hanya memperkuat daya saing nasional, tetapi juga memastikan angkatan kerja Indonesia siap menghadapi dinamika pasar tenaga kerja global yang semakin kompetitif dan berbasis keahlian.
Salsah satu upaya penguatan tersebut dengan adanya Akademi Teknologi Kulit (ATK) Yogyakarta. Akademi ini merupakan satu-satunya perguruan tinggi berbasis teknologi kulit di Asia Tenggara.
âKita harus bangga karena ATK merupakan satu-satunya kampus di Asia Tenggara yang fokus pada teknologi kulit. Kampus ini harus menjadi center of excellence dan menjadi rujukan industri dalam proses penyamakan, pemrosesan, hingga desain produk turunannya,â ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Doddy Rahadi saat menghadiri kegiatan akademik di ATK Yogyakarta, Senin (8/12).
Menurutnya, teknologi kulit, karet, dan plastik akan terus berkembang sehingga memerlukan tenaga pendidik yang mengikuti perkembangan inovasi. âHarapannya, seluruh dosen dan tenaga pendidik memberikan wawasan terbaik kepada mahasiswa, tidak hanya di bidang teknologi, tetapi juga orientasi nilai tambah dan model bisnis,â jelas Doddy.
Tahun ini, ATK memiliki sekitar 300 mahasiswa aktif, dengan 163 lulusan. Para lulusan akdemi tersebut diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi mampu menciptakan produk bernilai ekonomi tinggi. âKulit mentah bisa murah di pasaran, tapi ketika diproses menjadi produk berkualitas tinggi, nilainya bisa sampai miliaran rupiah. Ini soal kemampuan menciptakan nilai tambah,â tegasnya.
Doddy menyampaikan penguatan pendidikan vokasi merupakan bagian penting dari Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) yang menjadi program prioritas Kemenperin. Dia menilai kebutuhan SDM semakin besar seiring pertumbuhan sektor-sektor strategis nasional, seperti semikonduktor, kecerdasan buatan, industri 4.0, dan industri hijau.
Pada kesempatan itu, Doddy juga menyampaikan wisuda serentak 2.993 lulusan dari 13 politeknik milik Kemenperin sebagai bukti kontribusi signifikan pendidikan vokasi bagi kebutuhan tenaga kerja industri.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Stadion Olahraga Berstandar Nasional Akan Dibangun Pemkot Singkawang
-
Disebut sebagai Fase Krusial, Berikut Capaian Bulog Tahun 2025
-
Bupati Mimika Sebut Seluruh Warganya Sepakat Jaga Situasi Damai
-
Menkeu Kencangkan Sabuk Belanja Negara, Efisiensi Jadi Mandatori
-
Kemenangan Pertama Pacific Caesar atas Prawira sejak 2018
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.