Kemensos Bidik 400 Ribu Keluarga Mandiri, Lepas dari Bansos pada 2026
📅 Senin, 08 Des 2025, 17:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Kementerian Sosial menargetkan 400 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) bisa lepas dari ketergantungan pada bantuan sosial atau graduasi dari tak berdaya menjadi berdaya sekaligus menjadi upaya memutus rantai kemiskinan.
"Insyaallah mudah-mudahan ini ya kalau tidak ada halangan target kita itu 400 ribu minimal keluarga KPM atau keluarga penerima manfaat yang akan graduasi," ujar Mensos Saifullah Yusuf saat Graduasi KPM di Jakarta, Senin (8/12).
Para KPM yang graduasi tersebut sebelumnya tercatat sebagai penerima bantuan sosial reguler, seperti PKH (Program Keluarga Harapan) maupun bansos sembako.
Setelah mendapatkan penguatan usaha dan pendampingan oleh Kemensos, mereka dinyatakan naik kelas menjadi keluarga yang lebih berdaya atau lebih mandiri dari sebelumnya dengan berbagai usaha produktif.
Gus Ipul mengatakan target graduasi tahun depan meningkat lebih banyak mengingat dukungan anggaran berasal dari perencanaan 2025, sedangkan pada tahun ini masih menggunakan anggaran 2024.
Sebaiknya Anda baca juga:
Masyarakat yang dinyatakan dapat lolos dari jerat kemiskinan pada 2025 lewat program graduasi tersebut mencapai 77 ribu keluarga.
"Selama ini mereka ada di program PKH atau bansos, lalu dengan adanya bantuan usaha, mereka bisa lebih mandiri," kata dia.
Setelah mendapat graduasi dari Kemensos, KPM yang telah memiliki usaha akan terus diperkuat agar tidak kembali lagi menjadi penerima bantuan sosial atau kembali jatuh miskin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Skema penguatan dan pemberdayaan akan diserahkan dan menjadi tanggung jawab Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM).
"Jangan sampai dia kembali lagi untuk bergantung pada bansos. Nah yang sudah ada ini akan kami serahkan sepenuhnya kepada Pak Menko (Muhaimin Iskandar). Untuk ditindaklanjuti, untuk dikoordinasikan dan untuk difasilitasi, mendapat program-program pemberdayaan lebih lanjut," ujar Gus Ipul.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!