Silaturahim PBNU di Pesantren Tebuireng, Gus Yahya: Saya Terbuka untuk Islah
Minggu, 07 Des 2025, 19:12 WIBJOMBANG - Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf menyatakan dirinya terbuka untuk islah, yang disampaikan usai menghadiri silaturahim PBNU sesi kedua di Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim).
âSaya sangat berterima kasih bahwa beliau-beliau berkenan untuk memanggil saya. Saya sangat terharu bahwa para sesepuh kita masih begitu peduli kepada jamâiyah Nahdlatul Ulama ini,â katanya dalam keterangan yang diterima, Minggu (7/12).
Dalam forum tersebut, Gus Yahya mengakui mendapat kesempatan untuk menjelaskan secara lengkap berbagai persoalan organisasi yang selama ini ditujukan kepadanya.
Menurutnya, seluruh kebutuhan klarifikasi yang sebelumnya disampaikan melalui utusan Rais Aam telah ia jawab secara tuntas. Penjelasan tersebut juga turut dilengkapinya dengan dokumen dari Bendahara Umum PBNU Sumantri Suwarno serta Sekjen Amin Said Husni.
âSemuanya telah saya jawab dengan tuntas, dilengkapi dengan penjelasan-penjelasan dari saudara Sumantri sebagai pemegang buku keuangan BPNU... serta penjelasan-penjelasan dari Pak Amin Said Husni,â jelasnya.
Dirinya juga menitipkan pesan khusus kepada para kiai terkait masa depan tatanan organisasi NU.
Ia menegaskan bahwa dirinya dan jajaran PBNU sejak awal berkhidmah dengan niat tulus, sehingga penting menjaga struktur yang telah diwariskan para pendiri.
âMohon dipertimbangkan tentang masa depan tatanan organisasi Nahdlatul Ulama ini upaya tatanan ini tidak runtuh di tengah jalan,â kata dia.
Ia pun mengingatkan bahwa sejak awal NU didirikan dengan aturan dan struktur yang ketat. Bahkan Rais Akbar Hadratussyekh K.H. Hasyim Asyâari, juga tetap dibatasi wewenangnya oleh anggaran dasar.
âMaka mari kita berpikir tetap dengan betul agar tatanan ini tidak diruntuhkan dan membawa jamâiyah ini mundur 100 tahun,â kata dia.
Terkait dengan pernyataan bahwa pertemuan di Pesantren Tebuireng, Jombang, tidak memengaruhi risalah rapat syuriyah, Gus Yahya menilai rapat harian syuriyah justru sudah bermasalah sejak awal.
âMau pengaruh atau tidak pengaruh, monggo. Tapi sudah menjadi persepsi bahwa apa yang terjadi dengan harian syuriyah itu sangat bermasalah, membuat keputusan di luar wewenangnya. Jadi ini bermasalah. Semua ikutannya dari keputusan ini bermasalah semua,â kata dia.
Ia juga mengkritisi rencana Rapat Pleno PBNU pada 9 Desember 2025 yang disebut mendasarkan diri pada keputusan bermasalah itu.
âKalau itu didasarkan pada rapat harian syuriyah tanggal 20 November 2025, itu berarti mendasarkan diri pada keputusan yang bermasalah. Pengambilalihan jabatan ketua umum untuk dirangkap oleh Rais Aam sangat-sangat bermasalah,â ujarnya.
Gus Yahya pun menambahkan bahwa dirinya akan terus berkomunikasi dengan para kiai sepuh serta PWNU dan PCNU seluruh Indonesia untuk mencari penyelesaian terbaik.
- Gus Yahya
- islah
- Silaturahim PBNU
- Pesantren Tebuireng
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Bupati Ismet Mile: QRIS Jelajah Budaya 2025 Perkuat Transformasi Digital dan Wisata Lokal
-
Unjuk Rasa Damai di Bukittinggi, Pimpinan Daerah dan Polresta Bertemu Massa
-
Penuhi Undangan Kiai Sepuh, Gus Yahya Hadiri Acara Silaturahim di Lirboyo
-
Peneliti: Perubahan Iklim Telah Memangkas Jumlah Rusa Kutub Arktika
-
Pemkab Bekasi Sambut Baik BRT Trans Jabodetabek Rute Jakarta–Cikarang
-
Pertama di Indonesia, Surabaya Punya Rumah Potong Unggas Modern
-
Puluhan Motor dan Pos Polisi Polisi Dibakar, Ini Rekap Kerusakan Demo di Surabaya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.