- Home
-
- Luar Negeri
-
- Peneliti: Perubahan Iklim ...
Peneliti: Perubahan Iklim Telah Memangkas Jumlah Rusa Kutub Arktika
Kamis, 14 Agu 2025, 22:05 WIBCANBERRA - Jumlah rusa kutub di Arktika diperkirakan dapat anjlok hingga 80 persen pada 2100 akibat pemanasan iklim, demikian menurut peringatan pada Kamis (14/8)Â dari penelitian yang dipimpin oleh tim peneliti Australia.
Pernyataan yang dirilis oleh Universitas Adelaide di Australia mengungkapkan tim peneliti menggunakan fosil, DNA purba, dan model iklim untuk mengkaji cara herbivora dari zaman es tersebut, yang sangat penting bagi penghidupan masyarakat asli Arktika, beradaptasi selama 21.000 tahun terakhir.
Perubahan iklim telah memangkas jumlah rusa kutub Arktika di seluruh dunia sebesar hampir dua pertiga dalam 30 tahun terakhir, sebut studi yang dirinci dalam jurnal Science Advances, yang dipublikasikan oleh American Association for the Advancement of Science.
"Penelitian ini menunjukkan bahwa populasi rusa kutub mengalami penurunan besar selama periode pemanasan iklim yang cepat, namun kerusakan yang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa dekade mendatang akibat perubahan iklim di masa depan kemungkinan akan jauh lebih parah dibandingkan sebelumnya," ujar peneliti utama studi dari Universitas Adelaide dan Universitas Kopenhagen di Denmark Elisabetta Canteri.
Associate professor di Universitas Adelaide yang juga salah satu pemimpin penelitian tersebut, Damien Fordham mengungkapkan jumlah karibu di Amerika Utara berpotensi merosot hingga 80 persen pada 2100 tanpa pengurangan emisi besar-besaran dan peningkatan upaya konservasi.
Penurunan itu dapat meningkatkan kerentanan rusa kutub dan memicu efek domino, mulai dari berkurangnya keanekaragaman tanaman tundra hingga pelepasan karbon tersimpan dari tanah Arktika, sehingga mengintensifkan pemanasan global dan semakin mengancam spesies maupun ekosistem yang bergantung padanya, demikian menurut peringatan para peneliti.
"Selama ribuan tahun, kesejahteraan spesies kita sendiri telah diuntungkan secara langsung dari populasi rusa kutub dan karibu yang sehat. Saat ini, lebih dari sebelumnya, kita perlu memastikan kesejahteraan mereka sebagai balasannya," tutur Profesor Eric Post dari University of California Davis di Amerika Serikat, yang turut berkontribusi dalam penelitian itu. Ant/Xinhua
- alaska
- arctic deer
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Pelatihan pertanian hidroponik modern BBPVP Serang
-
Universitas Hasanuddin Jadi Tuan Rumah Forum Rektor Jepang-Indonesia
-
Kabar Gembira, 2.937 NIP PPPK Paruh Waktu di Mataram Sudah Terbit
-
Han Duck-soo Calonkan Diri sebagai Presiden Korsel
-
Demi Mudik Lebaran Nyaman dan Lancar, Jasa Marga Fungsionalkan Sejumlah Jalan Tol, Catat Ruas Baru yang Dibuka
-
Liter-Asa UI Dongkrak Minat Baca di Bangka Belitung
-
Investigasi: Lebih dari 1.500 Warga Sipil Tewas dalam Serangan di Kamp Pengungsi Sudan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.