Gangguan Kesehatan Mental Landa Generasi Muda, Wamen PPPA: Perlu Kolaborasi Multipihak untuk Cari Solusi

Jumat, 05 Des 2025, 07:22 WIB

JAKARTA - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan menekankan pentingnya membangun kolaborasi pentaheliks dalam menangani isu kesehatan mental pada generasi muda.

"Yang paling penting adalah apakah isu kesehatan mental ini diakui bersama. Artinya saya yakin bukan cuma nasional saja, secara internasional mereka juga melihat kondisi di zaman digital ini apalagi pasca pandemi, kesehatan mental ini menjadi sebuah isu yang penting. Implementasinya balik lagi, kita berkolaborasi untuk mencari solusi," kata Wamen PPPA Veronica Tan dalam keterangan di Jakarta, Jumat (5/12).

Ket. Foto: Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan — Sumber: antara foto

Menurut dia, langkah-langkah konkret yang harus terus didorong meliputi pembentukan satgas di sekolah dan kampus, ruang ramah anak dan ruang aman, edukasi positif untuk mencegah bullying dan mengurangi stigma, serta bersama-sama dalam kolaborasi dan koordinasi yang lebih baik. 

Ia menyampaikan perubahan zaman dan percepatan teknologi menuntut cara komunikasi yang lebih peka antara orang tua, pendidik, dan generasi muda.

Orang tua dan pendidik perlu mengajak anak-anak berbicara dengan bahasa yang relevan dengan dunia mereka.

"Kita harus berkomunikasi dengan anak sesuai usia mereka. Menanyakan apa yang mereka rasakan dan alami sehari-hari di sekolah atau hubungan dengan teman-temannya. Dari topik itu kita bisa menggali dan melihat dari 'sepatu' mereka. Komunikasi sangat penting agar mereka mengutarakan isi hatinya," kata Veronica Tan.

Veronica Tan juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital, termasuk fenomena catfishing, grooming, dan risiko dari penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Wamen PPPA menyebut AI sebagai pedang bermata dua yang bisa membantu pembelajaran, tetapi juga berpotensi menguasai pola pikir anak muda apabila tidak digunakan dengan bijak.

"AI ini juga menjadi pedang bermata dua terutama bagi generasi muda yang banyak menggunakan. Apakah kita menggunakan AI untuk melakukan kebaikan dan membuat ilmu yang bertambah demi untuk membangun Indonesia atau kita menjadi hambanya AI? Kita selalu punya pilihan dan kita boleh memilih," kata Veronica Tan.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Event Budaya Lokal Dipadukan Sport dan Lifestyle Bakal Perkuat Pengembangan Mandalika

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.