Fondasi Ekonomi Harus Diperkuat Hadapi Berbagai Kejutan

Jumat, 05 Des 2025, 00:40 WIB

Pertumbuhan Berkelanjutan I Kapasitas Fiskal Memadai Tanggung Penanganan Bencana.

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 akan bergerak sedikit melambat dari yang ditargetkan akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Sebelumnya, Menkeu mematok pertumbuhan kuartal IV-2025 di rentang 5,6-5,7 persen karena tekanan ekonomi sudah berbalik menuju pemulihan.

Namun, dengan terjadinya bencana, dia menurunkan target ke level 5,5 persen.

“Kemungkinan selalu ada (dampak bencana ke pertumbuhan ekonomi).

Cuma berapa persen? Saya pikir masih akan di atas 5,5 persen,” kata Menkeu saat ditemui di Jakarta, Kamis (4/12).

Sebagai langkah mitigasi, Purbaya menyatakan akan terus memantau kondisi keuangan di sistem finansial sambil bersiap untuk kembali menyuntikkan injeksi dana ke perbankan agar perekonomian kembali terdongkrak.

“Kalau masih dianggap kurang, saya akan gelontorkaan lagi uang saya ke perbankan,” kata Purbaya.

Bersamaan dengan itu, Bendahara Negara itu juga bersiap menambah anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bila jumlah yang dibutuhkan melampaui anggaran yang ada saat ini.

Dalam kesempatan sebelumnya, Purbaya telah menjelaskan bahwa BNPB masih memegang dana siap pakai (DSP) dalam jumlah yang cukup aman untuk operasional tanggap darurat.

“Di BNPB masih ada sekitar 500 miliar rupiah lebih (dana) di BNPB yang siap (untuk dipakai),” kata Purbaya saat ditemui di Jakarta, Senin malam (1/12).

Meskipun demikian, ia tidak memungkiri adanya kemungkinan penambahan anggaran operasional tersebut, mengingat dampak bencana yang terjadi berskala luas hingga mencapai tiga provinsi.

Mekanisme penambahan anggaran melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) siap diaktifkan kapan saja sesuai kebutuhan di lapangan.

Dia pun meminta BNPB untuk tidak ragu mengajukan permintaan jika dana yang tersedia mulai menipis dan memastikan pihaknya akan segera memproses pencairan dana ABT tersebut saat diminta.

Alokasi tersebut akan diambil dari pos darurat bencana yang memang telah disiapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kalau nanti butuh dana tambahan, kita siap juga menambah dan sudah ada di anggarannya,” katanya.

Ia memastikan bahwa kapasitas fiskal negara sangat memadai untuk menanggung biaya penanganan bencana tersebut, termasuk jika nantinya ada pengajuan untuk kebutuhan rehabilitasi maupun perlindungan sosial bagi para korban.

Penjelasan Metodologis

Menanggapi hal tersebut, Ekonom STIE YKP Yogyakarta Aditya Hera Nurmoko menilai revisi target pertumbuhan merupakan langkah yang wajar dilakukan dalam kondisi darurat.

Namun ia menekankan perlunya penjelasan metodologis agar publik memahami dasar perubahan angka tersebut.

“Penurunan target ini teknis dan bisa dipahami, tetapi pemerintah perlu menjelaskan asumsi apa saja yang bergeser pascabencana,” katanya di Yogyakarta, Jumat (4/12).

Aditya menjelaskan bahwa gangguan yang ditimbulkan bencana tidak hanya berdampak pada output jangka pendek, tetapi juga dapat menimbulkan efek lanjutan pada awal 2026.

Ia menyebut sektor pertanian, perikanan, logistik, serta distribusi pangan di Sumatera sebagai contoh area yang berpotensi mengalami tekanan berkelanjutan.

Menurutnya, kerusakan infrastruktur pada jalur distribusi dapat memicu perlambatan ekonomi regional yang kemudian termuat dalam agregat nasional.

Sebab itu, Aditya menilai kinerja pertumbuhan ke depan sangat bergantung pada kecepatan respons fiskal pemerintah.

Ia menegaskan bahwa langkahlangkah seperti pemulihan infrastruktur dasar, percepatan rekonstruksi, serta bantuan bagi UMKM harus segera dijalankan untuk menahan dampak lanjutan.

“Pertumbuhan 5,5 persen masih kategori optimistis.

Realisasinya akan sangat ditentukan oleh efektivitas pemulihan di lapangan,” katanya.

Lebih jauh, Aditya menilai momentum ini menjadi pengingat penting tentang perlunya memperkuat resiliensi ekonomi nasional.

Ia menekankan bahwa daya tahan ekonomi tidak hanya dibentuk oleh kebijakan makro, tetapi juga oleh kesiapan infrastruktur dasar, tata ruang, dan mitigasi risiko bencana.

“Ini bukan hanya soal target kuartalan, tetapi soal fondasi jangka panjang agar ekonomi Indonesia tetap kuat menghadapi kejutan-kejutan eksternal maupun domestik,” ujarnya.

Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB.

Suhartoko, mengatakan penggerak pertumbuhan ekonomi kuartal IV diperkirakan masih belanja konsumen menjelang Nataru, namun itupun hanya menjelang akhir kuartal IV.

Stimulus dari pemerintah, serta penyelesaian belanja pemerintah yang dipercepat juga mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Faktor lain yang berkontribusi adalah insentif transportasi, program bantuan sosial, aktivitas pariwisata domestik yang meningkat, dan gelaran acara promosi belanja.

“Percepatan penyerapan anggaran oleh kementerian dan lembaga diharapkan memberikan dorongan signifikan terhadap perekonomian,”papar Suhartoko.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Wow Ini Cara Unik Vokalis Grup Musik Kahitna Hedi Yunus untuk Rayakan Ulang Tahun

Makin Bersih dan Asri, Pemkot Yogyakarta Terjunkan Alat Berat Tata Sungai Code

Arthur Gea Raih Gelar ATP Perdana di Los Cabos, Taylor Fritz Tantang Rafael Jodar di Final Washington

Pentagon Jadwalkan Jet Tempur Generasi Keenam F-47 Terbang Tahun 2028

Festival Gir Sereng Kota Probolinggo Jadi Upaya Melestarikan Budaya Lokal

Roma Bidik Penyerang Aston Villa Evann Guessand, Negosiasi Berpotensi Gunakan Skema Pinjaman

Bursa Transfer: Manchester United Pertahankan Enzo Kana-Biyik, Schalke Bidik Buonanotte

Promosikan Kain Ulos agar Makin Banyak Dikenal

Rudal Balistik Hipersonik Iran: Pejabat Pentagon Peringatkan Pasukan AS akan Kesulitan Menghadapi Kheibar Shekan

Piala AFF 2026: Thailand Gusur Malaysia ke Puncak Grup B, Anthony Hudson Puji Clean Sheet Tim Asuhannya

Cegah Pencemaran Meluas, Enam Ton Minyak Berhasil Dibersihkan dari Perairan Semau

Kapten Timnas Sepak Bola Indonesia Rizky Ridho: para Pemain Tidak Akan Terpancing Provokasi Vietnam

Wajib Ditiru Kebijakan Ini, Pemkab Gianyar Bali Lindungi 595 Seniman melalui BPJS Ketenagakerjaan

Debut Enzo Maresca di Manchester City Berakhir Pahit, Tetap Puas Meski Kalah Adu Penalti dari Inter Milan

Dampak Kekeringan, PMI Cianjur Distribusikan Air Bersih untuk 1.322 Keluarga

Ning Lia: Jatim Juara Umum LKS Nasional Empat Kali Berturut-turut Bukti Konsistensi Gubernur Khofifah Bangun Ekosistem Pendidikan

Fiskal Daerah Tercekik, Politik Anggaran Perlu Dikoreksi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.