Tren Positif Berlanjut: Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed Dongkrak IHSG
Kamis, 04 Des 2025, 23:59 WIBJAKARTA â Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih melanjutkan tren positif dalam perdagangan akhir pekan ini. Pergerakan IHSG bakal dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan internal.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda melihat pasar terus memperhatikan ekspektasi penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed karena berpotensi mendorong capital inflow ke emerging market. Dari dalam negeri, lanjutnya, pasar memantau rilis data cadangan devisa.
Karenanya, Reza memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Jumat (5/12), bergerak menguat terbatas dengan resistance di 8.665 dan support di 8.590.
Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/12) sore, ditutup menguat 28,41 poin atau 0,33 persen ke posisi 8.640,20 seiring meningkatnya harapan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuannya pada pekan depan. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,56 poin atau 0,54 persen ke posisi 853,74.
âBursa regional Asia cenderung bergerak beragam di tengah data pekerjaan baru Amerika Serikat (AS) yang lemah, memberikan harapan The Fed dapat memangkas suku bunga acuannya pekan depan,â ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, pasar tenaga kerja AS melemah dari sebelumnya 47.000 menjadi minus 32.000, sehingga memperkuat harapan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuannya dalam pertemuan 9-10 Desember 2025 pada pekan depan.
Di sisi lain, pelaku pasar menantikan informasi terbaru dari Konferensi Kerja Ekonomi Pusat tahunan dan pertemuan Politbiro Tiongkok pada Desember 2025, untuk panduan mengenai arah kebijakan dan target pertumbuhan untuk tahun depan.
Para ekonom memperkirakan Tiongkok akan mempertahankan target pertumbuhan sekitar 5 persen year on year (yoy) untuk tahun 2026, dengan langkah-langkah stimulus fiskal kemungkinan akan mencerminkan 2025 dalam skala dan komposisi.
Dari dalam negeri, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dalam laporan terbarunya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5 persen (yoy) tahun 2025 dan 2026, sedangkan tumbuh 5,1 persen (yoy) pada 2027.
OECD mengungkapkan bahwa perekonomian Indonesia berada dalam posisi stabil, didukung konsumsi domestik yang kuat serta kinerja ekspor yang tetap solid. Dan, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih ditopang oleh daya beli masyarakat yang resilien.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang naik sebesar 4,55 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang konsumen non primer yang masing-masing naik sebesar 1,79 persen dan 1,33 persen.
Sedangkan tiga sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 0,73 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor barang konsumen primer yang turun masing-masing sebesar 0,43 persen dan 0,23 persen.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Piala Dunia 2026: Pau Cubarsi Raih Titel Pemain Muda Terbaik
-
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Mengikuti Bursa Asia dan Global
-
Piala Dunia, Bawa Prancis Unggul Sementara, Mbappe Samai Messi dalam Mencetak Gol
-
Sri Lanka Sukses Rampungkan Terowongan Irigasi Terpanjang di Asia Selatan
-
Dua Bulan Lagi Indonesia Punya Kapal Induk, Giuseppe Garibaldi Dijadwalkan Tiba 20 September
-
Pemkab Takalar Percepat Pengembangan 7 Destinasi Wisata Unggulan untuk Dongkrak Ekonomi Daerah
-
IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia, Dipicu Kebijakan "Buyback" Obligasi AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.