Malaysia akan Lanjutkan Pencarian MH370

Kamis, 04 Des 2025, 02:30 WIB

KUALA LUMPUR – Malaysia pada Rabu (3/12) menyatakan bahwa pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang akan dilanjutkan pada akhir Desember, lebih dari satu dekade setelah pesawat itu menghilang.

Menteri Transportasi Anthony Loke mengatakan kepada AFP bahwa keputusan untuk melanjutkan upaya pencarian saat ini didasarkan pada musim yang mendukung pencarian untuk dilanjutkan.

Ket. Foto: Anthony Loke — Sumber: AFP/RUSHDI SAMSUDIN

Pesawat Boeing 777 yang membawa 239 orang menghilang dari layar radar pada tanggal 8 Maret 2014, saat dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing, dalam salah satu misteri penerbangan terbesar yang bertahan lama.

Dua pertiga penumpangnya adalah warga negara Tiongkok, sementara yang lainnya termasuk warga negara Malaysia, Indonesia, dan Australia, serta warga negara India, Amerika, Belanda, dan Prancis.

Meskipun pencarian terbesar dalam sejarah penerbangan, pesawat itu belum ditemukan. Operasi pencarian dibatalkan pada April lalu karena perubahan cuaca, dan Loke saat itu mengatakan misi pencarian itu akan dilanjutkan akhir tahun ini.

Tiongkok dan keluarga korban pada Rabu menyambut baik pengumuman tersebut.

"Kami telah mencatat laporan-laporan relevan dan menghargai upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak Malaysia," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian.

Kuala Lumpur mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya ingin melanjutkan pencarian di laut dalam untuk menemukan puing-puing pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang pada tanggal 30 Desember 2025.

“Perusahaan eksplorasi maritim Ocean Infinity akan melakukan pencarian di sebuah area target yang dinilai memiliki kemungkinan tertinggi untuk menemukan pesawat tersebut," kata Kementerian Transportasi Malaysia.

Pencarian itu dilakukan berdasarkan prinsip tidak ditemukan tidak dikenakan biaya, di mana pemerintah hanya akan membayar jika perusahaan menemukan pesawat tersebut.

Ocean Infinity, yang berkantor pusat di Inggris dan Amerika Serikat, memimpin perburuan yang tidak berhasil pada tahun 2018, sebelum setuju untuk meluncurkan pencarian baru tahun ini.

Pencarian awal yang dipimpin Australia mencakup area seluas 120.000 kilometer persegi di Samudra Hindia selama tiga tahun, tetapi tidak menemukan jejak pesawat selain beberapa serpihan.

Kementerian Transportasi Malaysia mengatakan perkembangan terbaru ini menggarisbawahi komitmennya dalam memberikan penyelesaian bagi keluarga yang terkena dampak tragedi tersebut.

Keluarga korban sendiri telah menyuarakan harapan pada bulan Februari lalu bahwa pencarian baru akhirnya dapat membuahkan jawaban, apalagi keluarga penumpang yang hilang terus menuntut jawaban dari pihak berwenang Malaysia. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.