FIFA Ingin Terapkan Aturan Baru Soal VAR untuk Keputusan Sepak Pojok
Kamis, 04 Des 2025, 09:53 WIBPARIS - FIFA tengah mendorong penerapan aturan baru terkait penggunaan VAR pada situasi sepak pojok untuk menghindari gol kontroversial di Piala Dunia 2026. Menurut laporan The Telegraph, induk organisasi sepak bola dunia itu telah mengirimkan proposal resmi kepada panel teknis pembuat hukum permainan untuk meninjau kembali keputusan tendangan sudut yang salah melalui VAR, dan kini menunggu tanggapan.
Namun, permintaan awal FIFA memicu perdebatan di antara para anggota panel yang terdiri dari mantan pemain, pelatih, dan wasit. Dalam keputusan awal, penggunaan VAR untuk menilai tendangan sudut dianggap berpotensi melanggar prinsip dasar Hukum 5, yang menegaskan bahwa wasit tidak dapat mengubah keputusan restart setelah permainan kembali berjalan.
Meski demikian, International Football Association Board (IFAB), badan yang menetapkan hukum permainan, dikabarkan masih mengkaji opsi tersebut. Mereka mempertimbangkan pemberian pengecualian khusus untuk turnamen jangka pendek, termasuk Piala Dunia.
FIFA menilai bahwa penambahan prosedur VAR akan membantu mencegah kesalahan fatal pada turnamen paling bergengsi, khususnya di partai final. Selain keputusan tendangan sudut, opsi lain yang turut dibahas adalah memungkinkan VAR ikut campur setelah pemain menerima kartu kuning kedua. Namun usulan ini mendapat resistensi lebih besar karena menyinggung keputusan yang bersifat subjektif.
Sebelumnya, ada usulan yang lebih ekstrem, mengubah aturan penalti dengan menyatakan bola âmatiâ setelah tendangan diselamatkan kiper. Namun gagasan tersebut akhirnya ditolak.
Pembahasan antara FIFA dan pihak-pihak terkait terus berlangsung di balik layar, terlebih pada pekan ini ketika federasi tersebut berada di Washington D.C., Amerika Serikat, untuk undian grup Piala Dunia 2026.
Jika IFAB memberi lampu hijau, penerapan teknologi ini di Piala Dunia bisa menimbulkan kebingungan di Liga Inggris. Klub-klub Inggris sebelumnya telah mengeluhkan, sekaligus meminta izin agar VAR boleh digunakan untuk meninjau keputusan tendangan sudut yang salah.
Pelatih Nottingham Forest, Sean Dyche, baru-baru ini mengkritik keras ketiadaan tinjauan VAR setelah timnya kebobolan akibat tendangan sudut yang seharusnya tidak diberikan.
âDua gol dalam dua pekan dari situasi tendangan sudut yang salah adalah sebuah lelucon. Harus ada seseorang yang membatalkan keputusan itu, karena bola keluar dan langsung berujung gol,â ujar Dyche usai gol Casemiro untuk Manchester United.
Itu menjadi pekan kedua beruntun Nottingham Forest kebobolan dari situasi serupa. Meski begitu, mayoritas anggota IFAB diketahui tidak terlalu mendukung perluasan kewenangan VAR di level klub. Bahkan sebelum keluhan Dyche, antusiasme terhadap usulan tersebut sudah minim.
Jika FIFA akhirnya mendapat persetujuan, situasi ini dapat memicu ketegangan antara klub dan badan pembuat hukum permainan, terutama dengan persepsi bahwa FIFA biasanya selalu berhasil memaksakan keinginan mereka.
Pada bulan Juli lalu, CEO FA, Mark Bullingham, secara terbuka menyatakan dirinya menolak segala bentuk perluasan kewenangan VAR.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Dinas Perindustrian Kalsel: Dari 140 Perusahaan Menengah Besar, Baru 66 yang Telah Lapor
-
Gol Saka Antar Arsenal ke Final Liga Champions, Akhiri Penantian 20 Tahun
-
Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, FIFA Hadapi Gelombang Kritik di Tengah Euforia Sepak Bola
-
Pramono Anung Sebut Hotel Beri Kontribusi Positif bagi Ekonomi Jakarta
-
Mendikdasmen: "Deep Learning" Upaya Capai Cita-cita Ideal Pendidikan
-
Kartu Kredit Edisi Resmi FIFA World Cup 2026 Hadir untuk Penggemar Sepak Bola Indonesia
-
PM Inggris Serukan Deeskalasi di Timur Tengah Setelah Serangan Targetkan UEA
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.