Utang Whoosh Dikebut: Menkeu–Danantara Siapkan Formula Penyelamat!

Rabu, 03 Des 2025, 21:30 WIB

JAKARTA – Penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Whoosh menjadi agenda krusial untuk menjaga keberlanjutan operasional dan stabilitas keuangan konsorsium.

Pemerintah dan para pemegang saham perlu memastikan skema pembiayaan yang lebih sehat, termasuk restrukturisasi utang, optimalisasi pendapatan, serta efisiensi operasional. Tanpa langkah korektif, beban finansial yang besar dapat menekan arus kas dan membatasi ruang ekspansi.

Ket. Foto: Penumpang menunggu jadwal keberangkatan kereta WHOOSH di Stasiun Kereta Cepat Halim, Jakarta. — Sumber: ANTARA PHOTO/ Hreeloita Dharma Shanti.

Sebaliknya, penyelesaian utang yang terukur akan meningkatkan kepercayaan investor, memperkuat kredibilitas proyek transportasi strategis, dan membuka peluang integrasi yang lebih luas dalam sistem konektivitas nasional.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan melakukan banyak pembahasan termasuk mengenai utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh, saat melangsungkan pertemuan dengan CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani.

Ia mengatakan tim teknis Kementerian dan tim teknis Danantara Indonesia akan segera melangsungkan diskusi, untuk membahas skema yang tepat dalam rangka penyelesaian utang Whoosh.

“Kita diskusi baiklah, termasuk KCIC masih akan dicari bentuk yang pas seperti apa. Nanti tim teknis dia diskusi dengan tim teknis saya. Ini kan masih belum clear betul seperti apa. Saya sih belum tahu sampai detail. Tapi gambaran besarnya clear lah kita mau ngapain ke depan,” ujar Purbaya dalam wawancara cegat seusai acara Financial Forum, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (3/12).

Dalam kesempatan ini, ia memastikan bahwa pihaknya dan Danantara Indonesia siap untuk melakukan perjalanan ke Tiongkok, sebagai upaya melakukan negosiasi dengan pihak Tiongkok terkait masalah utang Whoosh.

Namun, dia mengatakan kedua pihak akan memastikan terlebih dahulu akan bertemu dengan siapa di Tiongkok, dan skema penyelesaian seperti apa yang akan ditawarkan.

“Saya bilang begini. Saya nggak tahu di Tiongkok ketemu siapa, China Development Bank (CDB) apa NDRC (National Development and Reform Commission)-nya. Nanti, kalau udah clear ketemu siapa dan skemanya seperti apa, baru kita ke Tiongkok. Kalau nggak, saya bingung ke Tiongkok ketemu siapa, nggak jelas,” ujar Purbaya.

Sebelumnya, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani memberikan sinyal akan mengajak Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam melakukan negosiasi utang Whoosh di Tiongkok pada Desember 2025.

“Secepatnya, insya Allah (pada Desember),” kata Rosan.

Rosan mengungkapkan pihaknya telah menjalin komunikasi intens dengan Menkeu Purbaya dan mempersiapkan proposal matang terkait restrukturisasi utang Whoosh kepada Tiongkok.

“Kita komunikasi terus dengan beliau, dengan Pak Purbaya. Kita duduk dan kita juga sedang memastikan bahwa nanti kita ke Tiongkok-nya, kita sudah matang proposal ke Tiongkok-nya,” ujar Rosan pula.

  • Penyelesaian Utang Whoosh

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.