Warga Jakarta Diminta Siap Hadapi Rob 1-10 Desember

Selasa, 02 Des 2025, 02:23 WIB

JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob yang diprediksi berlangsung 1 hingga 10 Desember. Peringatan ini diterbitkan setelah BMKG mendeteksi pasang maksimum air laut yang berpotensi meningkatkan muka air di wilayah pesisir utara Jakarta.

BPBD menyatakan belasan titik pesisir diperkirakan terdampak, terutama pada jam puncak pasang pagi hingga siang hari. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena fenomena ini berpotensi muncul berulang selama periode peringatan berlangsung. Menurut laporan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok, pasang maksimum terjadi bersamaan dengan Fase Bulan Purnama dan Perigee atau Supermoon tahun ini.

Ket. Foto: antisipasi banjir rob — Sumber: ist

Kepala Pelaksana BPBD Jakarta Isnawa Adji mengatakan kombinasi kedua fenomena tersebut dapat meningkatkan tinggi muka air laut di pesisir utara ibu kota. “Masyarakat pesisir perlu meningkatkan kesiapsiagaan mengingat durasi pasang tinggi bisa berlangsung beberapa hari berturut-turut,” ujar Isnawa, Senin (1/12). Isnawa menjelaskan bahwa puncak pasang diprediksi terjadi pada rentang waktu pukul 07.00 hingga 13.00 WIB.

Ia merinci sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, serta beberapa titik di Kepulauan Seribu. Dia mengimbau masyarakat untuk memantau kondisi cuaca dan dinamika perubahan tinggi air laut yang berpotensi meningkat secara mendadak. Pengawasan lingkungan pesisir dinilai penting mengingat pola pasang tinggi diyakini berlangsung berulang sepanjang periode tersebut.

Warga juga diminta membatasi aktivitas yang berisiko terpapar banjir rob, terutama pada jam puncak pasang di pagi hingga siang hari. “Pastikan juga sistem drainase di sekitar rumah tetap berfungsi baik untuk menghindari terjadinya genangan air,” lanjut Isnawa. Menurutnya, kesiapan warga sangat menentukan dalam meminimalkan dampak rob terhadap aktivitas harian dan keselamatan lingkungan sekitar. Karena itu, masyarakat didorong aktif memantau informasi resmi melalui kanal digital pemerintah seperti situs peringatan dini gelombang pasang, layanan laporan genangan di aplikasi JAKI, serta portal pemantauan banjir real-time pantaubanjir.jakarta.go.id.

Isnawa menambahkan bahwa layanan darurat 112 disiagakan untuk merespons berbagai laporan warga yang memerlukan penanganan cepat. Ia memastikan koordinasi lintas-instansi mulai dari kelurahan, kecamatan, hingga perangkat teknis telah dipersiapkan untuk memastikan respons darurat berjalan optimal saat kenaikan air laut atau genangan terjadi. 

  • Banjir Rob

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.