• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • JAFF 2025: Kemenekraf Buka...

JAFF 2025: Kemenekraf Buka Peluang Sineas Film Daerah Berbagi Karya

Selasa, 02 Des 2025, 19:07 WIB

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) berkolaborasi dengan Produksi Film Negara (PFN) menghadirkan EKRAF X PFN di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025 untuk membuka peluang bagi sineas daerah untuk berbagi karya.

“Booth EKRAF X PFN sangat interaktif dan inspiratif, sekaligus menjadi langkah strategis untuk mendorong sineas lokal memperluas akses pasar, bertukar ide, dan menjalin kolaborasi dengan komunitas kreatif,” kata Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (2/12).

Ket. Foto: Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar (tengah) saat meninjau kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan Produksi Film Negara (PFN) dalam menghadirkan EKRAF X PFN di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025, Senin (1/12). — Sumber: ANTARA/HO-Kemenekraf

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan JAFF 2025 mencakup kompetisi film dengan berbagai penghargaan, forum komunitas untuk pertukaran ide dan penguatan jejaring kreatif, serta workshop, master class, public lecture, pertunjukan seni, lokakarya anak, dan pameran seni lintas disiplin.

Menurut dia, festival ini menjadi ruang interaksi dan kolaborasi antarpelaku kreatif dari berbagai sektor, termasuk perfilman dan kuliner, baik dari dalam maupun luar negeri, sekaligus membuka peluang nyata bagi karya lokal menembus pasar internasional.

Di acara tersebut, Wamen Ekraf Irene menyempatkan diri menghadiri screening ‘The Period of Her’, film drama karya empat sineas muda perempuan yang menyajikan kisah pengalaman wanita dari berbagai perspektif.

Dengan dukungan Kementerian Ekraf, kata Irene, JAFF 2025 tidak hanya menjadi ajang apresiasi film berkualitas, tetapi juga menegaskan posisi perfilman Indonesia sebagai sektor strategis dalam ekonomi kreatif dan memperkuat peran industri kreatif sebagai the new engine of growth bagi perekonomian nasional.

Sementara itu, Pemateri Sound and Music dalam coaching clinic di booth EKRAF x PFN, Elwin Hendrijanto menilai ruang ini memberi kesempatan bagi sineas muda untuk memahami pentingnya unsur audio dalam produksi film, mulai dari komposisi musik hingga desain suara.

“Banyak sineas muda yang sudah kuat secara visual, tetapi masih perlu pendalaman terkait bagaimana musik dan sound design membangun emosi dan atmosfer cerita. Melalui sesi di booth EKRAF x PFN ini, saya berharap semakin banyak talenta lokal yang memahami standar profesional dan siap bersaing di tingkat global,” ujar Elwin. Ant

  • JAFF 2025

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.